Categories
Nanoteknologi & Material Riset & Inovasi

Monev ORNM BRIN Tingkatkan Kualitas SDM dan Kolaborasi Riset

image alt

Lampung Selatan – Humas BRIN. Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sukses menyelenggarakan acara Pemantauan dan Evaluasi Kegiatan dan Anggaran ORNM Tahun Anggaran 2023. Acara yang kerap disebut Monitoring dan Evaluasi (Monev) ini berlangsung di Kawasan Sains (KS) Iskandar Zulkarnain – Tanjung Bintang, Lampung Selatan, selama tiga hari berturut-turut (28-30/08). KS di Tanjung Bintang ini merupakan homebase dari PR Teknologi Pertambangan.

Hadir dalam kegiatan ini pimpinan dan manajemen di lingkungan ORNM, yakni Kepala ORNM, Kepala Pusat Riset (PR) Teknologi Pertambangan, Kepala PR Material Maju, Kepala PR Metalurgi, Peneliti PR Fotonik, Kepala PR Teknologi Polimer, Peneliti PR Kimia Maju, dan Peneliti PR Fisika Kuantum.

Turut hadir Koordinator Rumah Program, Tim Perencanaan (Program dan Anggaran), Tim Pelaksanaan dan Pengendalian Anggaran, Tim Pemantauan dan Evaluasi, Pengelola Barang Milik Negara, Tim Pengelola Kesekretariatan ORNM, Tim Layanan Kehumasan Serpong V, serta PIC kegiatan riset di KS Tanjung Bintang. Tujuannya untuk memantau target capaian kinerja di lingkungan ORNM, meningkatkan kualitas riset, serta membangun kerja sama yang lebih erat.

Hari pertama acara Monev ini dimulai dengan laporan kemajuan kegiatan rumah program dan Non DIPA oleh para PIC kegiatan riset di Pusat Riset Teknologi Pertambangan yang berkarya di homebase KS Iskandar Zulkarnain. Hal ini merupakan momentum bagi periset untuk memaparkan kemajuan perkembangan riset yang telah dicapai, serta mengidentifikasi peluang kolaborasi antar Pusat Riset (PR) yang ada di ORNM.

Pada hari kedua, fokus acara beralih ke paparan pencapaian kegiatan di 7 pusat riset ORNM dan progres tim anggaran serta monev yang terdapat di bawah payung ORNM. Para periset di PR menjelaskan tentang proyek-proyek yang sedang dikerjakan, baik yang didanai melalui dana rumah program maupun melalui sumber lainnya seperti RIIM dan Non DIPA. 

Seusai tiap pemaparan dari Kepala PR dan koordinator anggaran dan monev dilakukan diskusi. Hal ini menjadi kesempatan bagi kepala OR dan PR untuk mengevaluasi dan memantau perkembangan riset, serta mencocokkan dengan target Program Kinerja (PK) yang telah ditetapkan. Pada akhir pertemuan hari kedua dilanjutkan dengan kunjungan ke fasilitas laboratorium riset yang ada di KS Iskandar Zulkarnain.

Pada hari ketiga, kegiatan Monev dilanjutkan dengan pertemuan dengan periset BRIN maupun siswa SMK dan mahasiwa yang sedang melakukan kegiatan praktik di PR Pertambangan. Kegiatan ini memberikan gambaran yang lebih nyata tentang lingkungan riset dan infrastruktur yang mendukung riset di lokasi tersebut. Skema-skema yang ada di BRIN pun dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa seperti postdoc, research assistant (RA), atau degree by research (DBR).

Ratno Nuryadi, Kepala ORNM menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan ajang koordinasi untuk kemajuan riset. “Dengan saling berkomunikasi menyamakan persepsi dan mengidentifikasikan laboratorim untuk dapat melakukan riset bersama, peluang kolaborasi antar PR dapat terbuka lebar untuk periset di ORNM khususnya, dan tidak menutup kemungkinan berkolaborasi dengan periset dari OR lainnya,” ucapnya.

Pada kesempatan ini juga Ratno menjelaskan pentingnya SDM ORNM untuk berkolaborasi dengan eksternal. “Jika kita melihat kondisi ORNM ini banyak hal yang perlu diperbaiki dan kita tinjau, yang utama ada dua terkait dengan mobiltas SDM dan riset. Jika melihat kondisi SDM saat ini sudah cukup, tetapi keterlibatan SDM eksternal non BRIN masih kecil, hal ini yang masih perlu ditingkatkan. Khususnya skema program yang ada di SDMI dapat dimaksimalkan dari sisi kemampuan pusat riset, seperti RA,” ujarnya.

Ratno berharap untuk peningkatan kualitas dan kompetensi SDM, periset dapat melakukan kolaborasi secara institusi, tidak hanya sebatas secara personal saja. 

Rencana Program ORNM

Kepala ORNM menyampaikan bahwa dari potret helicopter view, riset ORNM belum berdampak baik secara saintifik dan dimanfaatkan industri. “Padahal ada potensi seperti dari riset material, bisa untuk energi, transportasi, dan lainnya. Dengan berbagai pendekatan strategi, skema yang ada di BRIN,  seperti DFRI, DIRI, bisa digunakan dengan sebaik-baiknya,” terangnya.

ORNM memiliki program dalam meningkatkan kompetensi periset dengan sistem menuju world class research institute, dengan tiga tahapan dengan rentang waktu 2022 sampai 2027. Saat ini kebanyakan kolaborasi riset masih bersifat personal, maka ORNM akan mencoba meningkatkan kolaborasi secara institusi.

Tahap pertama pada tahun 2022-2023 menata diri membangun kompetensi periset dan menata kelompok riset. Tahapan kedua  (2025) membangun kepercayaan diri dan mobilitas periset lebih digiatkan. dan tahapan ketiga (2027) meningkatkan performace terkait reputasi, ekosistem riset dan inovasi yang kondusif yang parameternya banyak dan disederhanakan menjadi SDM, budaya riset, infrastuktur, dan anggaran. 

“Saat ini informasi atau skema yang sudah ada tetapi belum merata di peroleh periset di ORNM. Untuk itu diperlukan website yang sudah di-launching minggu lalu dan saat ini tim kami membuat beberapa aplikasi dalam memenuhi kebutuhan internal dan eksternal agar mudah di akses,” imbuh Ratno.

Beberapa hal yang penting yang perlu diperhatikan di ORNM adalah program NEDO proposal untuk gelombang kedua telah diterim 11 proposal, situs web ORNM akan dikembangkan topik riset Kelompok Riset dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Program beasiswa LPDP targeted scholarship dengan tema riset terkait nuklir, space, biodiversities dan deep sea boleh dilakukan oleh sivitas ORNM, sesuai tema yang ditetapkan. 

Kemudian visiting researcher ke Iran bersama dengan topik nanomaterial, serta pengumpulan prototipe hasil riset, Rumah program call for collaboration diharapkan awal bulan September 2023 sudah diumumkan, melakukan penyusunan proses bisnis dengan SOP yang dijadikan dalam satu buku.

Dengan acara Monev Tahun Anggaran 2023 ini, ORNM berharap bahwa kolaborasi antar pusat riset akan semakin ditingkatkan, kualitas riset terus berkembang, dan prestasi dalam bidang riset dan inovasi. Agar semakin mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional dan internasional. (esw, adl)

Sumber :

https://brin.go.id/ornm/posts/kabar/monev-ornm-brin-tingkatkan-kualitas-sdm-dan-kolaborasi-riset

Categories
Nanoteknologi & Material Riset & Inovasi

Forum Ilmiah Sosialisasikan Riset Nanoteknologi dan Material BRIN

Serpong – Humas BRIN. Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (OR NM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengadakan Seri Webinar Presentasi Ilmiah Riset dan Inovasi ORNAMAT yang kedua, secara daring pada Selasa (17/5). Acara ini dilaksanakan dalam rangka penguatan iklim riset dan inovasi, akumulasi pengetahuan, serta sarana membuka peluang kolaborasi dengan mitra internal dan eksternal BRIN.

Riset bidang nanoteknologi dan material melingkupi riset dari hulu hingga hilir. Di hulu mulai dari teknologi eksplorasi pertambangan, termasuk penambangan ramah lingkungan.  Dilanjutkan teknologi metalurgi ekstraksi primer dan sekunder, hingga desain dan rekayasa paduan logam. Kemudian pengembangan material maju, kimia maju, teknologi polimer, hingga potensi aplikasi material, dengan berbagai studi terkait teori, komputasi, dan berbagai aplikasi untuk industri.

Kepala OR NM BRIN Ratno Nuryadi dalam sambutannya menyampaikan tujuan webinar ini untuk menampilkan topik riset dan inovasi di OR NM. “Topik dalam webinar ini merupakan pergiliran dari periset yang ada di kelompok riset OR NM. Sehingga di tahun 2022 semuanya bisa mendapat giliran,” ujarnya.

Webinar kali ini menampilkan dua narasumber OR NM BRIN, yaitu Hanggara Sudrajat dari Pusat Riset Fisika Kuantum dan Suryadi dari Pusat Riset Fotonik. “Selain narasumber periset BRIN, baik juga kalau sesekali kita bisa sisipkan, untuk mengundang juga pembicara dari luar BRIN,” imbuhnya.

Dirinya menegaskan bahwa kelompok riset BRIN merupakan tulang punggung dalam mengembangkan riset-riset BRIN saat ini. “Kelompok riset ini turut andil memberikan inovasi dan insolusi terhadap masalah-masalah yang ada di industri, masyarakat, bangsa, dan negara saat ini. Dari presentasi ini diharapkan aktivitas riset dapat dikenal oleh khalayak dan mengembangkan sosiokultural seorang ASN,” ucap Ratno.

Dalam presentasinya, Hanggara menjelaskan tentang rekayasa semikonduktor untuk mengkonversi energi dari cahaya ke kimia atau disebut fotosintesis artifisial. “Ada tiga target reaksi yang dituju, yaitu oksidasi air untuk memproduksi hidrogen, reduksi karbondioksida untuk memproduksi bahan bakar khususnya C1-2, serta photobiorefenery untuk memperoleh valorisasi biomassa,” jelasnya.

Lebih lanjut Hanggara memaparkan bahwa risetnya membutuhkan metode komputasi untuk mendapatkan kandidat material fotokatalis, yang berpotensi untuk bisa diaplikasikan pada skala industri. “Yang paling perlu diperhatikan adalah aman dan murah, apabila ingin meningkatkan ke skala yang lebih besar,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Suryadi menyampaikan topik riset terkait kebencanaan yaitu tanah longsor. “Saat ini Indonesia merupakan negara yang rawan bencana dikarenakan letak geografis yang berada di daerah tropis. Berdasarkan pengamatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hampir seluruh wilayah Indonesia ancaman bencana cukup tinggi terutama gempa dan tanah longsor,” terangnya.

Berdasarkan data tersebut, Suryadi beserta tim mengadakan riset tentang sistem monitoring gerakan tanah terhubung jaringan sensor nirkabel. “Kami merancang dan membangun sistem monitoring gerakan tanah, merancang dan membangun perangkat mobile gateway, serta karakteristik dan pengujian sistem yang dikembangkan,” tuturnya. (esw/ ed. adl)

Sumber : https://www.brin.go.id/news/104181/forum-ilmiah-sosialisasikan-riset-nanoteknologi-dan-material-brin