Evaluasi Riset Mahasiswa MBKM, PR Teknologi Polimer BRIN Gelar Komunikasi Ilmiah

Tangerang Selatan – Humas BRIN. Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) adalah suatu kebijakan yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada Januari 2020, dengan tujuan untuk membuat mahasiswa merasakan program-program experiential learning dengan jalur yang fleksibel. MBKM  diharapkan dapat memberikan fasilitasi kepada mahasiswa dalam mengembangkan potensinya sesuai dengan minat dan bakatnya, sehingga dapat meningkatkan kompetensi agar lebih sesuai dengan kebutuhan zaman, untuk menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian. 

Dalam upaya menumbuhkan ekosistem riset di Pusat Riset Teknologi Polimer (PRTPL) dan sinergi dengan Mahasiswa, PRTLP menyelenggarakan acara Komunikasi Ilmiah yang dihadiri oleh para periset PRTLP dan Mahasiswa MBKM di Gedung 460, pada Senin (19/02). Joddy Arya Laksmono, Kepala PRTPL membuka acara yang diadakan pada 19-21 Februari 2024 tersebut dengan antusias.

Joddy menyatakan bahwa dalam kegiatan MBKM, pembimbing harus mendampingi mahasiswa saat berada di laboratorium, karena sudah ada himbauan dari Direktorat Pengelolaan Laboratorium, Fasilitas Riset, dan Kawasan Sains dan Teknologi. 

“Selain itu, mahasiswa harus proaktif melaporkan kegiatan risetnya sehingga hubungan antara pembimbing dan mahasiwa harus berjalan dengan baik, ini akan membangun ekosistem riset yang ada di PRTPL menjadi lebih baik lagi,” tegasnya.

Joddy juga menambahkan bahwa ia menitipkan para mahasiwa kepada pembimbingnya masing-masing, untuk diberi pemahaman bekerja yang baik dan benar di laboratorium. Pemahaman itu perlu dikondisikan sedemikian rupa agar dapat terlaksana prosedur yang baik.  

Pada semester dua tahun 2023, PRTPL menerima 36 mahasiswa MBKM dari berbagai universitas, diantaranya UIN Jakarta, UNJ, Universitas Pertamina, UNPAD, UNNES, UNDIP, POLINEMA. Saat ini para mahasiswa tersebut telah berada dalam tahapan evaluasi kegiatan riset. Oleh karena itu, forum komunikasi ilmiah ini hadir sebagai wadah mahasiswa untuk memaparkan hasil kegiatan risetnya yaitu terkait capaian kegiatan riset kepada para pembimbing dan periset di lingkungan PRTPL.

Kegiatan riset dengan judul Karakteristik dan Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik di Sungai Cisadane oleh Dewi Bening Maharani dari UIN Jakarta cukup menarik perhatian audiens. Para pembimbing dan mahasiswa turut serta memberikan pertanyakan kepada Dewi. 

Salah satu yang bertanya mengenai kegiatan riset ini adalah Asep Riskowo, Perekayasa Ahli Utama PRTPL. Dia menanyakan mengenai referensi dan metode apa yang digunakan untuk pengambilan sampel dan apa pertimbangan dalam menggunakan lokasi di Sungai Cisadane.

”Referensi yang saya gunakan berasal dari jurnal tertentu yang meneliti sungai cisadane, juga mengacu pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mengambil sample tersebut, diambil memakai ember dengan kedalaman 20 cm,” jawab Dewi. 

Joddy berharap agar para mahasiswa selalu memiliki sikap kritis untuk dapat menambah ilmu baru. ”Semoga dalam program ini para mahasiswa tidak hanya dapat menyelesaikan skripsi, tesis, dan disertasinya, tapi juga menggali program-program yang ada di BRIN seperti visiting researcher, postdoctoral, research assistant, BARISTA, dan degree by research,” tutupnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2024 Kemendikbudristek menargetkan sekitar 193 ribu mahasiswa mengikuti MBKM baik di sektor swasta maupun Kementerian/Lembaga (K/L) pemerintahan. BRIN menjadi salah satu mitra MBKM dibawah naungan Direktorat Manajemen Talenta – SDMI. Bentuk kegiatan program MBKM BRIN adalah magang atau praktik kerja dan riset selama enam bulan atau 25 minggu, yaitu pelatihan pengantar satu minggu dan pembimbingan 24 minggu. Kegiatan MBKM ini nantinya disetarakan menjadi 20 Satuan Kredit Semester (SKS). (ir, sm/ ed: adl)

Tautan :

https://brin.go.id/ornm/posts/kabar/evaluasi-riset-mahasiswa-mbkm-pr-teknologi-polimer-brin-gelar-komunikasi-ilmiah