BRIN Perkuat Riset Kebumian dan Maritim melalui Evaluasi Kinerja, Adopsi Teknologi, dan Kolaborasi Strategis

Tangerang Selatan – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkomitmen dalam memastikan arah riset nasional tetap adaptif, terukur, dan berdampak melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev). Salah satu pelaksanaannya dilakukan oleh Organisasi Riset Kebumian dan Maritim (ORKM) sebagai bagian dari penguatan kinerja riset kebumian dan maritim. 

Monev ini merupakan rangkaian dari sosialisasi teknologi survei kebumian serta penguatan komitmen kinerja di lingkungan organisasi. Kegiatan yang berlangsung di Graha Widya Bhakti KST B.J. Habibie, Rabu (8/4), ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan capaian riset dengan kebutuhan pembangunan.

Plt. Kepala ORKM, Luki Subehi, menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan instrumen penting dalam menjaga kualitas dan relevansi riset.

“Monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dalam memastikan setiap program riset berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata. Kita tidak hanya melihat capaian, tetapi juga memperkuat langkah strategis ke depan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa proses yang kuat dan berkelanjutan menjadi fondasi utama dalam menghasilkan riset yang berkualitas.

Dalam sesi diskusi, para peneliti membahas kemajuan program, penguatan kolaborasi, serta berbagai tantangan implementasi di lapangan. Sejumlah program telah memasuki tahap kerja sama, baik yang telah dituangkan dalam Nota Kesepahaman maupun yang masih dalam tahap penjajakan.

Evaluasi juga mencakup aspek pendanaan dan prioritas program untuk memastikan optimalisasi sumber daya dan efektivitas riset. Sejumlah rencana lanjutan, seperti forum diskusi dan eksplorasi program, disiapkan guna memperkuat ekosistem riset di ORKM.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas riset, kegiatan ini menghadirkan sosialisasi teknologi survei dan monitoring kebumian dari mitra industri. Berbagai inovasi diperkenalkan, mulai dari teknologi multibeam echosounder untuk pemetaan bawah laut tiga dimensi, side scan sonar untuk deteksi objek dasar laut, hingga penggunaan unmanned surface vehicle (USV) untuk survei otomatis di wilayah perairan.

Selain itu, dipaparkan pula integrasi teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS), pesawat nirawak (drone), dan lidar yang mampu meningkatkan akurasi serta efisiensi akuisisi data. Teknologi GNSS berbasis koreksi satelit memungkinkan pengukuran presisi tinggi di wilayah terpencil, sementara drone dan lidar bathymetry membuka peluang pemetaan darat dan perairan secara lebih cepat dan komprehensif.

Penguatan riset juga didukung oleh teknologi monitoring lingkungan berbasis sensor dan Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pengumpulan data secara real-time dan berkelanjutan.

Melalui pemanfaatan teknologi mutakhir, ORKM BRIN mendorong transformasi riset kebumian berbasis data presisi tinggi. Transformasi ini untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Komitmen tersebut juga diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) Pusat Riset di lingkungan ORKM sebagai bentuk kesepakatan mencapai target yang terukur, akuntabel, dan selaras dengan arah strategis BRIN. Kegiatan ini menegaskan komitmen BRIN dalam menghadirkan riset inovatif dan berdampak, sekaligus memperkuat sinergi internal. (adl/Ed: MM)

Tautan:

https://brin.go.id/orkm/posts/kabar/brin-perkuat-riset-kebumian-dan-maritim-melalui-evaluasi-kinerja-adopsi-teknologi-dan-kolaborasi-strategis