FMIPA Universitas Bengkulu Manfaatkan Fasilitas Riset Polimer dan Kimia Maju di KST BJ Habibie BRIN

Tangerang Selatan – Humas BRIN. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan kepada mahasiswa, Program Studi D-3 Laboratorium Sains Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Bengkulu mengadakan field trip ke laboratorium Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Habibie – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),  Pusat Riset Teknonogi Polimer dan Pusat Riset Kimia Maju, Rabu (08/03). Kunjungan diterima oleh Kepala Pusat Riset Teknologi Polimer, Joddy Arya Laksmono.

Dalam sambutannya, Kepala PR Teknologi Polimer, Joddy Arya Laksmono, menyampaikan bahwa para mahasiswa serta dosen bisa berkesempatan untuk melakukan riset di KST BJ Habibie maupun di pusat riset mana pun di BRIN. “Mahasiswa maupun dosen bisa memanfaatkan fasilitas yang ada baik laboratorium maupun alat-alat karakterisasi dan pengujiannya,” ujarnya.

Lebih lanjut Joddy menerangkan beberapa skema riset dan inovasi yang dimiliki BRIN. “Pertama, Open Research Infrastructure berupa laboratorium, peralatan-peralatannya, beserta fasilitas lainnya, baik itu skala laboratorium, skala yang pilot. “Melalui skema Open Research Infrastructure kami sudah membuka seluas-luasnya melalui laman elsa.brin.go.id,” kata Joddy.

Kemudian bisa melakukan riset di BRIN dengan pedampingan oleh pembimbing kampus dan pembimbing dari BRIN, hingga join dengan kegiatan riset yang sudah berjalan.

Kedua, Joddy memaparkan untuk kegiatan riset mahasiswa D-3, S-1, ada skema dalam berkolaborasi dengan periset BRIN antara lain Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) maupun tugas akhir atau pun sekaligus MBKM dan tugas akhir.

“Menariknya, para mahasiswa atau pun dosen pembimbing di universitasnya, bisa mengajukan pendanaan riset dan pada program bantuan riset talenta (BARISTA) yang merupakan pemberian bantuan untuk UKT (uang kuliah tunggal) kepada mahasiswa aktif tingkat akhir, untuk menyelesaikan tugas akhir (TA) di kelompok riset BRIN,” ungkap Joddy.

Satu lagi, BRIN juga ada program beasiswa degree by research (DbR) yaitu peserta S-2 dan S-3 dapat menjalani program pendidikan magister dan doktor sambil mejalani kegiatan riset bersama di BRIN.

Joddy juga mengatakan bahwa program BRIN tidak ada kerikatan dinas. “Jadi setelah lulus S-1, S-2, S-3 dapat bekerja Di BRIN maupun di luar BRIN,” terang Joddy.

Setelah lulus S-3, juga ada program post doktoral, atau menjadi Periset BRIN, visiting researcher atau pun visiting profesor.

Lebih lanjut, Joddy menyampaikan program BRIN tidak hanya menjadi periset atau akademisi, namun mencetak wirausahawan (entrepreneur) berbasis riset dengan fasilitas seperti hak kekayaan intelektual, tenant, pilot plant, lisensi, infrastruktur riset, dan sebagainya.

Mengenai pendanaan riset, Joddy pun turut memaparkan grant atau hibah untuk penelitian yang bisa diakses antara lain RIM (Riset untuk Indonesia Maju), hibah untuk Covid, Pusat Kolaborasi Riset, hibah hari layar, uji coba produk inovasi di bidang kesehatan, pertanian, startup, akuisisi pengetahuan lokal, dan ekspedisi.

Ke depannya, Joddy mengajak mahasiswa Universitas Bengkulu dapat melakukan riset di Pusat Riset Teknologi Polimer yang berada di bawah Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material. “Kami pun berharap dapat terjalin kerja sama antara Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN dan Universitas Bengkulu,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Dosen D-3 laboratorium sains, Doni Noviawan, mengatakan bahwa kami ke BRIN agar bisa menambah wawasan bagi mahasiswa yang kebetulan di bidang laboratorium.

“Kami berharap dengan kunjungan ke lab BRIN  dapat menambah wawasan, ilmu pengetahuan dan kompetensi mahasiswa, serta dosen juga bisa membuka atau menambah wawasan, selanjutnya berkolaborasi baik penelitian atau pun MBKM seperti praktisi mengajar,” ungkapnya.

Kemudian dengan kegiatan ini, mahasiswa dapat termotivasi untuk dapat mengikuti MBKM, riset hibah, dan tugas akhir. “Semoga mahasiswa kami bisa berkolaborasikan dengan BRIN, kemudian nantinya juga bisa bergabung dan lebih termotivasi. Kemudian para dosen juga bisa melaksanakan kolaborasi riset yang sebelumnya juga pernah melakukan karakterisasi dan alaSEM,” harap Doni. Pada kunjungan ke lab polimer diperkenalkan produk seperti FTIR, DSC, TGA, GC-MS, HPLC, SEM, dan GPC hingga pembuatan komposit paving block dari kemasan multilayer. Kemudian di PR Kimia Maju peserta diterangkan produk XRD, SEM, TEM, Raman Spectroscopy, XPS, HRTEM, LC MS, CHN, XRF, Particle Size Analyzer,  ICP-MS, GC M/MS, HPLC, ICP-OES, GC FID, GC MS, GC MS/MS, dan GC FID. Para dosen dan mahasiswa antusias dan terkesan untuk meninjau sarana laboratorium yang tersedia tersebut. (hrd, mfn/ ed: adl)

Dokumentasi (adl, hrd) :

Link :

Website
https://puspiptek.brin.go.id/fmipa-universitas-bengkulu-manfaatkan-fasilitas-riset-polimer-dan-kimia-maju-di-kst-bj-habibie-brin/
Instagram
https://www.instagram.com/p/CplzswcpcbC/
Facebook
https://www.facebook.com/photo/?fbid=527045929514251&set=pcb.527046039514240
Twitter
https://twitter.com/puspiptekinfo/status/1634010684152217602