Sinergi PPI Tangsel dengan BRIN dan PMI Gelar Program Donor Darah

Tangerang Selatan-Humas BRIN.ย Dalam rangka merayakan hari ulang tahun Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) yang ke-2, PPI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Palang Merah Indonesia (PMI), menyelenggarakan kegiatan donor darah di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie BRIN, Tangerang Selatan, pada Kamis (23/11).

Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Ratno Nuryadi, mengatakan bahwa dirinya telah menantikan waktu yang tepat untuk kegiatan donor darah ini, dan setelah setahun, akhirnya timing yang sesuai muncul. “Mudah-mudahan ke depannya bisa rutin melakukan donor darah,” ujarnya.

Ketua PPI Tangsel, Agus Sukarto Wismogroho, menjelaskan bahwa program donor darah dipilih dalam rangkaian ulang tahun untuk menciptakan momen berbasis masyarakat. “Kegiatan ini memungkinkan interaksi dengan masyarakat dan berharap semua orang sehat, termasuk melalui donor darah,” ujar Agus.

Dipilihnya KST sebagai tempat pelaksanaan donor darah, Agus berujar karena PPI ingin berinteraksi dengan para sivitas di KST. “Kami ingin mengangkat interaksi kita dengan sekitar, dan donor darah ini bahasa umum yang melibatkan semua orang,” kata peneliti Pusat Riset Material Maju BRIN ini.

Senada dengan hal tersebut, Ratno juga berpendapat bahwa KST adalah tempat yang tepat untuk donor darah, karena banyak periset berkumpul di sana. “Momen yang baik di sela-sela riset, semoga dapat menjadi kegiatan rutin ke depannya,” harapnya.

Sementara itu, Dewan Pakar PPI Tangsel, Sudaryanto menerangkan bahwa donor darah adalah kontribusi PPI kepada anggotanya, dan kegiatan ini sejalan dengan tujuan organisasi. “Ini merupakan bentuk kontribusi yang sangat baik dan berharap bisa dilakukan secara rutin,” ucapnya.

Fajar, staf kehumasan unit donor darah PMI Kota Tangerang Selatan, menyambut baik sinergi antara PPI dan PMI. “Darah itu pabriknya manusia, tidak bisa diproduksi, sehingga kami sangat membutuhkan dermawan donor darah seperti ini,” kata Fajar.

Pesan dari pimpinan PMI Tangsel adalah bahwa darah hanya dapat berasal dari manusia, bukan mesin. “Tangsel membutuhkan tiga ribu kantong darah per bulan, dan kami sangat mendukung kegiatan seperti ini, bahkan untuk kebutuhan di luar Tangsel,” tambahnya.

Untuk itu, PMI Tangsel mengajak masyarakat untuk bersinergi dalam kegiatan berdonor darah, serta menyadari bahwa darah adalah kebutuhan manusia yang tak tergantikan.

Menurut Sari, salah satu pendonor, mengungkapkan ikut donor darah yang diselenggarakan PPI adalah bentuk keinginan untuk berbagi. Ia pun pernah mengalami kesulitan mencari darah di PMI.

Melalui donor darah, Sari berharap memberikan sumbangsih positif pada kesehatannya. Meskipun pernah ditolak berkali-kali, ia berhasil kali ini setelah mempersiapkan makanan dan tidur lebih awal, serta mengajak rekan-rekannya ikut serta. (hrd/ ed: adl)

Tautan:

https://brin.go.id/ornm/posts/kabar/sinergi-ppi-tangsel-dengan-brin-dan-pmi-gelar-program-donor-darah