Tangerang Selatan – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Kebumian dan Maritim (ORKM) memperkuat kolaborasi internasional di bidang ilmu kebumian bersama British Geological Survey (BGS). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dalam Courtesy Meeting di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (22/9).
LoI menjadi langkah awal untuk mengembangkan kolaborasi riset kedua lembaga, terutama dalam bidang kebencanaan, geofisika, sumber daya geologi, dan lingkungan. Setelah penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai peluang riset bersama terkait risiko kebencanaan dan ketahanan masyarakat menghadapi ancaman multi-bahaya.
Plt. Kepala ORKM BRIN Luki Subehi mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan riset kebumian, didukung sumber daya peneliti serta kondisi geologi yang beragam.
“Ini menjadi momen yang baik untuk memperkuat kolaborasi ke depan. Saya berharap kerja sama yang sudah berlangsung dapat semakin intensif dan menghasilkan kegiatan bersama yang memberikan manfaat,” kata Luki.
Menurut Luki, salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan ialah geofisika. Pengalaman peneliti Indonesia dalam kajian geologi dan seismik dapat menjadi dasar untuk mengembangkan riset bersama. Kolaborasi juga dapat diperluas dengan melibatkan pusat-pusat riset BRIN yang memiliki kepakaran terkait.
Sementara itu, Director of International Geoscience BGS Maggy Heintz menyampaikan, kerja sama internasional penting untuk menghasilkan penelitian yang memberikan dampak nyata. Ia menyebut hubungan antara BGS dan BRIN memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
“Saya sangat menantikan penandatanganan Letter of Intent ini. Kami telah memiliki kolaborasi sebelumnya dan LoI ini menjadi sinyal bahwa kami ingin terus melanjutkan dan memperkuat kerja sama tersebut,” ujar Maggy.
Ia menambahkan, selama kunjungannya ke Indonesia, pihaknya melihat hubungan yang telah terbangun antara peneliti BGS dan mitra Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk mengembangkan kerja sama berikutnya.
Melalui LoI ini, BRIN dan BGS diharapkan dapat mengembangkan kerja sama yang lebih terstruktur, antara lain melalui riset bersama, pertukaran pengetahuan dan keahlian, pengembangan kapasitas peneliti, publikasi ilmiah, serta perluasan jejaring internasional di bidang ilmu kebumian dan kebencanaan. (adl/ ed: aj,trs)
Tautan:
https://brin.go.id/news/130564/brin-dan-bgs-perkuat-kolaborasi-riset-ilmu-kebumian
