Categories
Perhimpunan Periset Indonesia

PPI Kota Tangsel Laksanakan Raker Perdana Tahun 2023

Tangerang Selatan – Humas PPI. Pengurus Perhimpunan Periset Indonesia atau PPI Kota Tangerang Selatan melaksanakan rapat kerja (raker) perdana periode 2023-2025 bersama Ketua PPI Provinsi Banten, di Gedung 80 Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Habibie, Kamis (12/1).

Dalam sambutan, Ketua PPI Kota Tangsel, Agus Sukarto Wismogroho mengungkapkan dengan adanya PPI, kita harus memberikan manfaat bagi anggota. “Menjadi pembawa informasi dalam berbagai macam forum, sehingga memudahkan teman-teman kita untuk menerima informasi yang terbaik,” ujarnya,

“Salah satu kebutuhan mendasar para periset yaitu kompetensi, serta program yang diinginkan para anggota terkait permintaan dasar, fasilitas, komunikasi dengan komunitas, dan sosialisasi aktifitas di sosial media,” kata Agus dalam laporannya.

Agus menyampaikan, bahwa sesuai dengan target awal, PPI Kota Tangsel mendapat amanah untuk menguatkan sebagai periset, bisa bermanfaat, dan sehat sampai pensiun. “Semoga kegiatan kita bisa efektif dan mulai mengeksekusi kegiatan-kegiatan dengan berkolaborasi bersama PPI Provinsi Banten,” harapnya.

Selanjutnya, Ketua Dewan Pakar PPI Kota Tangsel, Anny Sulaswatty mengajak untuk berjuang bersama-sama menunjukkan performa PPI Kota Tangsel yang baik untuk semua.

First performance itu yang paling penting. Percaya deh, kalau kita perform dengan baik, maka orang pasti akan melihat dan menghargai kita,” yakin Anny.

Lebih lanjut, bagaimana memformnya? Mengoptimalkan kinerja seperti kompetensi, dan menjalankan program yang mereka inginkan seperti permintaan dasar, fasilitas, dan seterusnya.

“Kita harus buktikan, entah bagaimana caranya. Mudah-mudahan Agus dan Deni (sinergi PPI Kota Tangsel dan PPI Provinsi Banten), kita bersama dengan teman-teman yang lain, ayo kita hadapi,” tegas Ketua Dewan Pakar.

Dalam raker ini, Ketua PPI Provinsi Banten, Deni Shidqi Khaerudini menyampaikan bahwa banyak juga teman-teman dari eks BATAN, BPPT yang menjadi anggota PPI, supaya dibantu untuk membuat publikasi dan  bisa diakomodir, karena mereka dulu juga melakukan riset  tetapi belum berbentuk jurnal dan itu menjadi pekerjaan rumah PPI.

Deni juga mengatakan, untuk eksternal juga harus eksis karena PPI sebagai organisasi profesi harus berkecimpung di masyarakat. “PPI harus berkontribusi baik internal maupun eksternal. Ke depan, PPI sendiri secara nasional kita juga akan menjadi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” terangnya.

Menurutnya, sebagai organisasi profesi independen, PPI dapat mengadakan bermacam kegiatan pelatihan  yang bermanfaat, karena di situlah dirasakan keberadaan dan manfaatnya.

Selanjutnya, Deni berharap ada kerja sama antara PPI Kota Tangsel dan PPI Provinsi Bantern dalam mengurus periset internal maupun eksternal.

“Semoga selama kepemimpinan Pak Agus , PPI Kota Tangsel akan jauh lebih bergairah dan banyak kegiatan yang mensejahterakan pembangunan,” pesan Deni. (hrd/ed: mfn)

Categories
Perhimpunan Periset Indonesia

PPI Kota Tangsel Sampaikan Program di HUT PPI ke-1 dan Rakornas PPI 2022

Tangerang Selatan – Humas PPI. Dalam rangka pelaksanaan program kerja Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) serta untuk bahan evaluasi terhadap capaian kerja dan perencanaan pelaksaan program kerja kedepan, PPI menyelenggarakan Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-1 dan Rapat Koordinasi Nasional PPI Tahun 2022, secara hybrid, di Gedung Widya Graha, Kampus Gatot Subroto, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rabu (21/12).

Mengusung Tema “Penguatan Profesionalitas Organisasi Profesi PPI dan Periset untuk Meningkatkan Peran Penting dalam Ekosistem RIset dan Inovasi”, dihadiri oleh pengurus pusat PPI, Majelis Kehormatan Periset, Dewan Pengawas, Dewan Pakar, dan Komisi Profesi Periset

Dalam sambutannya, Ketua Umum PPI, Syahrir Ika, menyampaikan bahwa PPI dibentuk oleh para periset pada 21 Desember 2021, yang merupakan kelanjutan dari Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) dan Himpunan Perekayasa Indonesia (Hiperindo). “PPI menaungi 11 jabatan fungsional (jabfung), sehingga menjadi organisasi profesi dari 11 jabfung yang dikelola dan BRIN menjadi instansi pembinanya,” ujar Syahrir.

“Sebagai instansi pembina, BRIN mengoordinasikan 11 jabatan fungsional, yang terdiri dari Peneliti, Perekayasa, Teknisi Penelitian dan Perekayasaan, Analis Pemanfaatan Iptek, Analis Data Ilmiah, Penata Penerbitan Ilmiah, Analis Perkebunrayaan, Teknisi Perkebunrayaan, Kurator Koleksi Hayati, Pengembang Teknologi Nuklir, dan Pranata Nuklir,” jelasnya.

Disebutkan Syahrir, tahun depan PPI menuju digitalisasi manajemen dan proses bisnis PPI secara inklusif serta desentralisasi pelaksanaan program kerja di level wilayah, selanjutnya penguatan manajemen dan tatakelola PPI wilayah.

“Selain itu, PPI juga membangun e-office, e-finance, dan virtual office, serta terus melakukan perbaikan untuk menaikkan nilai guna bagi periset,” terangnya. 

Dalam pertemuan tersebut, mewakili Kepala BRIN, Deputi Bidang Sumber Daya Manajemen Iptek – BRIN, Edy Giri Rachman Putra menyampaikan bahwa PPI adalah mitra strategis di BRIN, untuk sama-sama membangun SDM unggul ke depannya. “Peran dari PPI akan sangat penting bagaimana kita bisa menguatkan, mengembangkan, dan mematangkan talenta-talenta riset dan inovasi melalui program-programnya,” ujar Edy.

Dikatakan Edy, di usia satu tahun, PPI sudah sangat garang dalam memberikan rekomendasi kepada BRIN. PPI memberikan advokasi dengan membantu teman-teman periset lainnya untuk bisa bergabung dengan BRIN atau pun memberikan masalah-masalah yang terkait di daerah. PPI juga melaksanakan uji kompetensi bagi para peserta lainnya yang akan naik jenjang atau pun ahli jenjang

“Minggu lalu, PPI memberikan banyak masukan dalam penyusunan rancangan standar kinerja kerja nasional Indonesia (SKKNI) untuk empat bidang yaitu jabatan pekerja periset ilmiah hayati untuk mikroorganisme, hewan, dan herbarium,” urai Edy.

“PPI bersama-sama BRIN membuat sebuah standar kompetensi dalam membuat platform dasar bagi periset atau pun SDM Iptek kita secara nasional, sehingga ke depannya kita bisa bersaing secara global, sesuai visi misi PPI,” imbuhnya.

Selain itu, PPI memberikan masukan terkait dengan penegakan etika periset. “PPI masih mempunyai tantangan ke depan yaitu bergabungnnya beberapa jabatan fungsional yang memerlukan regulasi baru berkaitan dengan penyetaraan tunjangan, standar terkait dengan manajemen kinerja dan sistem kerja, serta gap kompetensi.

Edy berharap di tahun depan ada kegiatan yang berkaitan dengan pelatihan dan sertifikasi kompetensi dari periset yang ada di BRIN. Utamanya dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kapasitas mereka.

“Pekerjaan rumah kita bersama agar PPI bisa menyiapkan lembaga sertifikasi profesi (LSP) dan bentuk pelatihan, guna meningkatkan kompetensi dari periset kita yang ada di BRIN maupun nasional,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PPI Kota Tangerang Selatan, Agus Sukarto Wismogroho, melaporkan kegiatan PPI Kota Tangerang Selatan Tahun 2022. Antara lain pelaksanaan musyawarah wilayah (muswil), pengukuhan, membangun jejaring potensial, dan persiapan kegiatan tahun 2023 pasca pengukuhan 

Agus menyampaikan kegiatan setelah PPI berdiri, yakni webinar, musyawarah wilayah (muswil), serah terima jabatan PPI Kota Tangsel, Pengukuhan PPI Kota Tangsel, dan aktivitas sosial media PPI Kota Tangsel. 

Disamping itu, PPI Kota Tangsel membangun jejaring seperti menjajaki kerja sama dengan pemerintah daerah. “Program organisasi tidak mungkin dilakukan tanpa berkolaborasi untuk mendapatkan hasil yang riil,” tegasnya.

PPI Kota Tangsel juga mecoba mengelaborasi dengan kelompok-kelompok masyarakat, salah satunya adalah Kelompok Sadar Wisata Tangsel (Pokdarwis). Dalam kegiatan tersebut, PPI Kota Tagnsel bersama-sama untuk mengimplementasikan teknologi ke masyarakat di wilayah sekitar KST BJ Habibie.

“Kami juga ikut pada beberapa kegiatan di Pemda dan berharap posisi kami di KST BJ Habibie bisa ikut mewarnai Kota Tangerang Selatan,” harap Ketua PPI Kota Tangsel.

Pada pengembangan Potensi Program Kerja Rencana Strategis Tahun 2023, PPI melakukan program rencana tahun depan. “Dari harapan anggota terhadap PPI Kota Tangsel adalah intinya satu yaitu apa sih yang dirasakan oleh anggota?,” ungkap Agus.

“Seperti tahun-tahun lalu, yang banyak diminta yaitu tentang fungsional dengan animonya sekitar 500-1.000 orang, tetapi masalah sains, langsung di bawah 100 orang,” ulasnya

Di dalam visi misinya, Agus menyatakan bahwa bagi yang ikut PPI Kota Tangsel maka SKP aman. “Mari bekerja bersama-sama dengan PPI (Kota Tangerang Selatan) maka SKP akan aman,” ajak Agus.

Untuk mengamankan SKP, salah satu permasalahannya adalah publikasi. “Kami sedang mengkreasikan suatu klub publikasi bersama yaitu Global Publication Club (GPC).  Bagaimana teman-teman yang sulit publikasi bisa dibantu oleh teman-teman yang ahli publikasi,” ucap Agus.

Selain itu, ia ingin PPI menjadi sahabat industri dan pemda, melakukan lingkungan hijau, serta sehat selalu. Di dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat (germas), PPI Kota Tangsel juga ikut di dalam kegiatan senam bersama BRIN. Dirinya pun mengajak untuk menyukseskan program durian tahun 2024 dengan menanam durian di KST BJ Habibie. (hrd/ ed: adl)

Categories
Perhimpunan Periset Indonesia

Pengurus PPI Tangsel Periode 2022-2025 Resmi Dikukuhkan

Tangerang Selatan – Humas PPI. Pengurus Perhimpunan Periset Indonesia atau PPI Kota Tangerang Selatan periode 2022-2025 dilantik oleh Ketua PPI Provinsi Banten, Deni Shidqi Khaerudini di Graha Widya Bhakti, KST BJ Habibie, Selasa (20/12). Secara simbolis pengukuhan ditandai dengan pembacaan naskah pengukuhan Pengurus PPI Kota Tangsel, serta penandatanganan pakta integritas yang disaksikan oleh pengurus PPI Provinsi Banten, PPI Pusat, dan Dewan Pengawas PPI Pusat.  

Dalam sambutannya, Ketua PPI Kota Tangsel, Agus Sukarto mengatakan bahwa dirinya dan jajaran pengurus diberi amanah untuk mengolah perhimpunan periset di wilayah Tangsel. “Terutama untuk mengembangkan lingkungan riset yang lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, dijabarkan Agus, PPI Tangsel akan melaksanakan tiga tema kegiatan yang ingin dikembangkan. “Pertama, kegiatan internal yaitu penguatan sebagai periset yaitu penguatan sainsnya, publikasi, dan sejenisnya,” ujarnya. 

“Kedua adalah kegiatan eksternal, agar PPI Kota Tangsel bisa bekerja sama dengan seluruh stakeholder di wilayah Tangsel terutama dengan Pemda, universitas-universitas, dan perhimpunan-perhimpunan UMKM, dan swasta, sehingga bisa bersama-sama mengimplementasikan hasil sains dari para periset  ke masyarakat,” imbuhnya.

“Ketiga yaitu kesejahteraan dan kesehatan dengan bersama-sama mengajak teman-teman untuk selalu sehat hingga akhir hayat agar selalu sehat bersama-sama dengan PPI Kota Tangsel,” sebutnya.

Dalam tiga program tersebut, ketua PPI Kota Tangsel Periode 2022-2025 mengharapkan arahan, bimbingan, dukungan dari para dewan pakar, dewan Pembina, dan lainnya. 

Kemudian Agus berharap bersama pemda, bisa bekerja bersama-sama untuk membangun wilayah Tangsel yang lebih cerdas di masa mendatang. Berkunjung ke universitas untuk lebih lanjut mengembangkan kolaborasi bersama-sama

Dalam kegiatan tersebut, Ketua PPI Provinsi Banten, Deni Shidqi Khaerudini, menyampaikan harapannya kepada PPI Kota Tangsel untuk dapat berpartisipasi pada kegiatan PPI Pusat dan PPI Provinsi. “Semoga sering berkomunikasi dengan PPI Pusat dan terus bersinergi antara PPI Prov Banten dan PPI Kota Tangsel akan semakin memperkuat,” ucap Deni.

“Amanah kita sangat berat untuk Indonesia maju, Indonesia jaya, dan menyejahterakan rakyat Indonesia itu amanah kita” sambungnya.

Deni juga mengatakan harapannya agar PPI akan bergerak bersama dengan stakeholder yang lain. “Saya berharap teman-teman tetap solid, tetap kompak, dan semoga kepengurusan kita selama tiga tahun ke depan terutama PPI Kota Tangsel bergerak dengan baik,” harapnya.

Selanjutnya, Ketua Umum PPI Pusat yang diwakili Sekjen PPI Pusat, Sumbogo, menyampaikan visi misi PPI yang salah satunya mendorong para periset untuk dapat membantu pemerintah untuk dapat membangun ekonomi yang mana sedang mengalami penurunan ekonomi. 

“Kita bertanggung jawab dalam urusan invensi dan inovasi untuk membantu pemerintah bertahan dari ancaman krisis,  bahkan bila perlu kita tumbuh dalam ancaman krisis,” terangnya.

Sumbogo juga menyampaikan agar pengurus PPI dapat melayani anggotanya, serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia di PPI. “Sebagi pengurus PPI, kita harus melayani anggota kita, karena menjadi pengurus PPI itu merupakan tugas mulia memiliki nilai amal dunia akhirat,” katanya.

Mewakili manajemen BRIN, Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Haznan Abimanyu mengharapkan PPI dapat memberikan kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat bagi para anggotanya. “Semoga pengurus PPI Kota Tangsel yang baru ini bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi anggotanya dan warga kota Tangsel,” harap Haznan.

Haznan juga mengharapkan Pemda Kota Tangsel dapat memanfaatkan keberadaan PPI di Kota Tangsel. “Keberadaan anggota PPI di Kota Tangsel merupakan para periset yang andal dan bagus, sehingga kota Tangsel dalam melakukan kegiatan atau kebijakan bisa berbasis sains dan berbasis teknologi,” terangnya.

Kemudian perwakilan Dewan Pakar PPI Kota Tangsel, Anny Sulaswatty, mengucapkan selamat kepada ketua yang baru saja dikukuhkan serta menyemangati untuk pengurus PPI Kota Tangsel dalam menjalankan kegiatan kegiatannya. “Insya Allah di bawah bimbingan anak muda, kita sama-sama dalam membangun semangat berbasis iptek,” ajak Anny. 

Profesor riset tersebut juga berharap pengurus PPI Kota Tangsel untuk dapat se-iya, seirama, walau berbeda gaya namun mempunyai tujuan yang sama.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Wisata Keranggan, Alwani menyampaikan ucapan terima kasih dan berharap sebagai masyarakat PPI Kota Tangsel dapat seirama dan satu tujuan tanpa ada ego sentris. 

“Semoga PPI Kota Tangsel dapat bersama sama membangun Kota Tangsel. Kolaborasi antara pemerintah, PPI Kota Tangsel, dan Pokdarwis, untuk dapat membangun ekonomi kemasyarakatan, pengembangan SDM dan SDA yang terintegrasi. Semoga dengan adanya kolaborasi yang dapat menyelesaikan Permasalahan Kemiskinan di Kota Tangsel,” urai Alwani.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan STKIP Sinar Cendekia, Yanto, mengucapkan selamat dan berharap dapat bersinergi dengan PPI Kota Tangsel “Mudah-mudahan PPI Kota Tangsel bermanfaat dan turut berkonribusi untuk membangun Kota Tangsel, bangsa dan negara,” harap Yanto yang kampusnya merupakan institusi non profit dan tidak berbayar.

Menutup acara pengukuhan PPI Kota Tangsel, Agus Fanar Syukri, selaku Dewan Pengawas PPI Pusat, turut menyampaikan pesan untuk pengurus. 

“Pertama, untuk dapat memahami dan melaksanakan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan aturan organisasi PPI. Kedua, untuk dapat memberikan manfaat kepada anggota PPI, dan juga kepada masyarakat dan seterusnya. Ketiga, semoga PPI Kota Tangsel dapat berkolaborasi aktif dengan mitra-mitra,” urai Agus Fanar.

“Selamat berjuang dan berkinerja terbaik, dan berkolaborasi dengan baik,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam acara pengukuhan yang digelar secara hybrid tersebut, turut diisi dengan talkshow yang dipandu oleh Rike Yudianti selaku moderator. Hadir sebagai narasumber pertama, Tonny Soewandi, selaku kepala bidang Bappelitbangda Kota Tangerang Selatan menyampaikan gambaran umum kota Tangerang Selatan, indikator makro daerah dibandingkan dengan provinsi dan nasional, indikator makro  daerah tahun 2021 dan 2022, serta permasalahan daerah kota Tangerang Selatan. 

Sementara narasumber kedua, Lukman Shalahuddin menyampaikan materi dengan topik “Peran PPI dan BRIDA dalam Mendukung Pembangunan Daerah” dengan sub judul Penguatan dan Ekosistem Inovasi Riset Daerah. Hubungan kerja BRIN dengan pemda yaitu membangun ekosistem riset dan inovasi daerah berbasis bukti. Target BRIN dan BRIDA adalah menjadi sumber pengambilan kebijakan berbasis sains nasional dan daerah. Di dalamnya mengandung pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. (hrd/ ed: adl)

Categories
Nanoteknologi & Material

Mengembangkan Potensi Riset Inovasi Nanoteknologi dan Material di Indonesia

Potensi nanoteknologi dan material di Indonesia sangat besar. Hal tersebut didukung oleh kekayaan negeri ini akan sumber daya alam mineral maupun hayati. Pemanfaatan sumber daya alam tersebut perlu mendapatkan sentuhan teknologi, termasuk riset dan inovasi nanoteknologi dan material, untuk memberikan nilai tambah tinggi dan menaikkan nilai ekonomi.

“Penguasaan nanoteknologi juga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di  dalam negeri, sehingga Indonesia dapat menjadi bangsa mandiri dan berdaya saing,” ujar Ratno Nuryadi, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material – Badan Riset dan Inovasi Nasional (OR NM – BRIN), saat ditemui humas pada Rabu (23/3).

Menurut Ratno, cakupan riset  yang  ada  di OR NM melingkupi riset dari hulu hingga hilir. “Di hulu dari teknologi eksplorasi pertambangan termasuk penambangan ramah lingkungan, dilanjutkan teknologi metalurgi ekstraksi primer dan sekunder hingga desain dan rekayasa paduan logam, pengembangan material maju, kimia maju, teknologi polimer, hingga potensi aplikasi material dengan berbagai studi terkait teori, komputasi, dan berbagai aplikasi untuk industri,” ungkapnya.

Cakupan riset tersebut masuk dalam tujuh pusat riset (PR) di bawah OR NM, yaitu PR Teknologi Pertambangan, PR Metalurgi, PR Material Maju, PR Kimia Maju, PR Teknologi Polimer, PR Fisika Kuantum, dan PR Fotonik.

“Yang menjadi tantangan ke depan dalam koordinasi riset adalah lokasi satuan kerja periset tersebar di berbagai lokasi, seperti PR Teknologi Pertambangan yang berada di Lampung, Serpong, Bogor, dan Bandung,” terang Kepala OR NM yang memiliki home base di Kawasan Puspiptek Serpong.

Sejak dilantik sebagai Kepala OR pada 4 Maret 2022, Ratno memasang target untuk menjadikan OR NM sebagai world class research institute. “Untuk mencapai target yang diinginkan, di internal kami berupaya meningkatkan kualitas riset OR. Sementara bagi para periset akan dilakukan internalisasi budaya riset, dan peremajaan peralatan laboratorium yang bertujuan meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi global,” jelasnya.

Sementara secara eksternal, ia mengupayakan adanya program kolaborasi riset dengan pihak universitas dan industri di dalam dan luar negeri. “Program dalam satu Kelompok Riset minimal ada satu kolaborasi riset dan sister laboratory,” sebut  penerima penghargaan Periset Muda Berprestasi dari Achmad Bakrie tahun 2010.

Dirinya mendukung program peningkatan SDM periset yang ada di BRIN. “Rekrutmen talenta terbaik melalui skema non-permanen di Deputi Sumber Daya Manusia dan IPTEK, menjadi profesor tamu, sebagai periset tamu, pasca-doktoral, asisten riset, maupun dengan mengundang mahasiswa yang sedang studi tingkat doktoral di luar negeri, untuk menjadi pegawai Badan Riset dan Inovasi Nasional,” urainya.

Alumni Universitas Shizuoka, Jepang ini berharap sivitas periset OR NM dapat cepat beradaptasi dengan reorganisasi BRIN, bergerak lentur mengikuti ritme kegiatan riset yang sudah direncanakan untuk mendapatkan output riset.  

“Baik itu ouput riset yang memberikan kontribusi positif kepada komunitas saintifik, juga output riset yang bisa dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat. Hal itu dapat terlaksana jika sivitas di OR bisa memaksimalkan skema dukungan riset yang sudah ada di program-program Kedeputian BRIN,” ucap Perekayasa Berprestasi Bidang Teknologi Nano tahun 2011.

Pria kelahiran Bantul ini menjabarkan rencana ke depan untuk mengupayakan pendanaan dari eksternal, sehingga tidak bergantung kepada anggaran DIPA. “Hal ini dalam rangka untuk mewujudkan mimpi BRIN, agar ke depannya dana riset tidak didominasi lagi oleh pemerintah. Inilah pentingnya pelibatan kolaborasi eksternal dalam pendanaan riset, baik dari universitas maupun industri di dalam dan luar negeri,” terangnya.

Secara persuasif, Ratno melakukan supervisi untuk pengawasan, pendampingan, dan pembimbingan bagi periset di OR NM. “Baik supervisi secara terencana melalui monitoring dan evaluasi, juga supervisi langsung melalui pengelolaan anggaran dan menyukseskan Rumah Program OR NM,” tegasnya.

Riset Aplikatif Nanoteknologi dan Material

Sebagai profesor riset yang mendalami riset material elektronik, ia mengembangkan material fungsional termasuk instrumentasinya untuk sensor lingkungan berupa gas dan biosensor kesehatan. Material fungsional sensor dan instrumentasi yang dikembangkan merupakan perangkat yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan parameter lingkungan fisik, kimia, dan biologi. “Penerapan nanoteknologi untuk sensor membuka kemungkinan ukuran sensor menjadi jauh lebih kecil,” kata Ratno.

Berbekal ilmu nanosains di bidang semikonduktor silikon berstruktur nano yang diperoleh selama studi di Shizuoka University Jepang. Dia mengembangkan material fungsional lapisan tipis ZnO (oksida zinc) untuk mendeteksi gas CO, CO2, O2, dan metana dan konsentrasi rendah.

Proses pendeteksian gas tersebut dilakukan dengan perangkat MEMS (microelectromechanical systems), surface plasmon resonance, dan perangkat perubahan konduktivitas. “Sensor gas merupakan perangkat yang berguna untuk mendeteksi keberadaan gas atau konsentrasi gas, sesuai dengan jenis gas yang diukur, di lingkungan tertentu, seperti kebocoran gas baik pada rumah maupun industri,” ucap doktor bidang teknik ini.

Pengembangan sensor untuk aplikasi kesehatan (biosensor) juga dilakukan oleh Ratno dan tim, seperti mendeteksi keberadaan virus dan sel yang berguna di dunia kedokteran. Kolaborasi riset dilaksanakan dengan Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Swiss-German University (SGU), Institut Teknologi Indonesia (ITI), dan Shizuoka University Jepang.

Baginya, banyak mahasiswa dan periset asal Indonesia yang berjaya di kancah Internasional ketika mendapatkan kesempatan menimba ilmu dan berkarya. “BRIN saat ini membuka banyak peluang bagi mahasiswa dan periset muda untuk bersama-sama berkarya di BRIN atau berkolaborasi dengan BRIN termasuk riset di bidang nanoteknologi dan material,” cakap Young Researcher Award dari Japan Society for Applied Physics tahun 2004.

Sebagai pamungkas, Ratno memberikan pesan untuk memacu semangat generasi muda Indonesia. “Revolusi Industri 4.0 yang merupakan era cyber physical system yang melahirkan Society 5.0, yaitu era integrasi ruang fisik dan dunia maya. Hal tersebut didorong oleh perkembangan nanoteknologi dan material, sehingga riset nanoteknologi dan material sangat berkait dengan teknologi terbaru saat ini dan teknologi masa depan,” pungkasnya. (mf/ ed: adl)