Prodi Analis Kimia IPB Kunjungi Lab Polimer dan Fotonik KST BJ Habibie BRIN

Tangerang Selatan – Humas BRIN. Dalam rangka memberikan gambaran yang riil terhadap dunia industri kepada mahasiswa, Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan kunjungan studi ke laboratorium Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Habibie – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),  Pusat Riset Fotonik dan Pusat Riset Teknologi Polimer, Selasa (28/2).

Wina Yulianti sebagai komisi Pendidikan sekolah Vokasi IPB menyampaikan, bahwa kami dari Program Studi  Analisis Kimia Semester 2 yang terdiri dari 3 dosen pendamping dan  56 Mahasiswa. “Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan baik bagi mahasiswa maupun  kami sebagai dosen sebagai bekal dalam melakukan kegiatan Pembelajaran di kampus,” ujarnya.

Wina pun berharap, pada kunjungan lab fotonik maupun polimer, mahasiswa bisa menganalisis baik secara kualitatif atau pun kuantitatif senyawa anirganik dan aplikasinya.

Dalam sambutannya di auditorium Pusat Informasi, Pranata Humas BRIN, Arti Juwita menyampaikan, per 10 Agustus 2022 lalu, Kawasan Puspiptek diberi tambahan nama menjadi KST BJ Habibie. “KST adalah untuk menekankan bahwa di sini (Kawasan Serpong) adalah kawasan sains dan teknologi,” kata Arti.

Sejak tahun 2016, sudah menyelenggarakan konsep KST (Kawasan Sains dan Teknologi) dengan perpres Tahun 2017 bahwa KST adalah wahana yang secara professional untuk mengembangkan, mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.  “Perlu digarisbawahi adalah penerapan ilmu pengetahuan, sehingga ekonomi berbasis teknologi itulah yang dikembangkan di kawasan kami yaitu KST BJ Habibie Serpong,” ucapnya.

“Sangat disayangkan apabila hasil inovasi yang dilahirkan oleh para periset tidak digunakan untuk menggerakkan ekonomi bangsa karena penelitian yang hanya berakhir di lemari atau sekarang di-cloud google drive itu sangat mubazir, tetapi harus diupayakan bagaimana itu bisa diimplementasikan dan menjadi solusi bagi masyarakat,” tambah Arti.

Di BRIN menyelenggarakan program manajemen talenta di bidang riset dan inovasi yang tidak hanya ditujukan kepada periset-periset yang ada di dalam BRIN, tetapi juga melibatkan calon-calon periset. 

“Mulai dari pembinaan kader muda, talenta riset dan inovasi, pedampingan talenta riset, program peningkatan kapasitas talenta riset, program mobilitas SDM riset dan inovasi, sampai insentif dan  apresiasi riset dan inovasi,” urainya.

Arti memaparkan untuk kegiatan riset mahasiswa D4, S1, ada skema dalam berkolaborasi dengan periset BRIN antara lain Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) maupun research assistant.  “Mahasiswa pun dapat melaksanakan magang, praktik kerja lapangan, tugas akhir, maupun supervise riset dengan mengakses elsa.brin.go.id, dengan ketentuan perguruan tingginya ada kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU),” jelasnya.

“Pemilihan topik harus in line (terkait) dengan topik yang sedang menjadi fokus penelitian dari BRIN, tetapi tidak perlu kuatir karena di BRIN itu mau riset apa saja ada, baik humaniora, sampai dengan kesehatan, kebumian, kimia, dan lain-lain,” imbuh Arti.

Kemudian, ia menambahkan di BRIN juga mempunyai program bantuan riset talenta (BARISTA) yang merupakan pemberian bantuan biaya kuliah dan periset kepada mahasiswa aktif tingkat akhir, untuk menyelesaikan tugas akhir (TA) di kelompok riset.

“Selain itu, ada sistem informasi manajemen talenta (kompetisi.brin.go.id) yang merupakan kolaborasi riset antara perguruan tinggi dengan BRIN. Jadi nanti pembimbingnya tidak hanya dosen dari perguruan tinggi bersangkutan namun juga ada pembimbing dari BRIN,” tutup Koordinator Layanan Humas Serpong I tersebut.

Pada kunjungan ke laboratorium polimer, Kepala Pusat Teknologi Polimer, Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Joddy Arya Laksmono, memperkenalkan peralatan pengujian material yang mendukung riset di BRIN, seperti FTIR, DSC, TGA, GC-MS, HPLC, SEM, dan GPC. Kemudian di Pusat Riset Fotonik, peserta diterangkan peralatan riset optik nanopartikel, spektroskopi laser, LIDAR (light detection and ranging), optoelektronik, dan optik biomedis.

Wina sebagai pembimbing kunjungan industri, berharap ada manfaat dari kegiatan ini bagi para peserta. “Semoga mahasiswa mendapatkan informasi terkait alat-alat yang dapat digunakan untuk mengarakterisasi material anorganik. Selain itu mahasiswa juga mendapatkan informasi terkait kesempatan MBKM,  asisten riset,  maupun PKL,” tutup Dosen MK Kimia Anorganik. (hrd/ed:adl)