Aplikasikan Kuliah Kerja Lapangan, Mahasiswa Prodi Radiologi Poltekkes Semarang Sambangi BRIN

Tangerang Selatan – Humas BRIN. Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan salah satu mata kuliah yang ditawarkan oleh pihak kampus sebagai wadah untuk mahasiswa dapat melihat dan merasakan langsung aktivitas kerja sehingga mahasiswa berkesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan selama menempuh pendidikan kuliah. Adanya KKL, diharapkan membuat keterampilan praktis para mahasiswa dapat lebih terasah sehingga dapat bersaing dilingkungan kerja nantinya.

Sebanyak 100 orang yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan staf Prodi D3 Radiologi, Poltekkes Semarang hadir mengunjungi KST B.J Habibie Serpong guna melaksanakan KKL pada Selasa (7/5). Para peserta yang hadir disambut oleh Humas Kawasan Serpong di auditorium Pusat Informasi. 

Dartini, Ketua Program Studi (Prodi) Radiologi Purwokerto D3 membuka acara dengan mengucapkan terima kasih kepada BRIN karena sudah diberikan kesempatan untuk berkunjung ke KST B.J. Habibie Serpong. 

”Kami memilih mengunjungi Reaktor Nuklir, Laboratorium Material Maju dan Laboratorium Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), alasan kami adalah agar anak-anak dapat melihat hal yang baru dan sebagai penambahan ilmu pengetahuan mereka,” terang Dartini.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa nantinya lingkungan kerja mahasiswa berada di bagian radiologi terkait pesawat sinar x. “Harapannya setelah dari sini mereka dapat menginformasikan kepada masyarakat terkait nuklir bahwa nuklir tidak semembahayakan yang dibayangkan. Kami berharap ke depannya dapat diberikan kesempatan kembali, karena melihat reaktor nuklir adalah kesempatan yang sangat langka untuk kami,” ungkap Dartini.

Dalam kesempatan tersebut, Arti Juwita, Pranata Humas BRIN turut memberikan sambutan layaknya tuan rumah. Ia menjelaskan terlebih dahulu mengenai sejarah BRIN. BRIN merupakan lembaga yang terbentuk atas integrasi dari beberapa LPNK (Lembaga Pemerintah Non Kementerian) di bidang riset dan seiring berjalannya waktu turut bergabunglah 44 K/L pada tahun 2022, sehingga hingga saat ini BRIN memiliki hampir 15.000 pegawai.

”Terdapat 24 Pusat Riset (PR) di KST B.J Habibie, dimana 24 PR tersebut dibawahi oleh 3 Organisasi Riset, yaitu Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM), Organisasi Riset Teknologi Nuklir (ORTN) dan Organisasi Riset Nano, Material (ORNM),” kata Arti. 

Ditambahkan olehnya bahwa KST B.J. Habibie sendiri memiliki luas lahan sebesar 475 HA yang digunakan untuk riset dasar dan keteknikan. “Yang menarik dari KST B.J. Habibie adalah beberapa laboratoriumnya yang unik, diantaranya ada hanggar untuk pengujian pesawat terbang yang dinamakan Indonesian Low Speed Tunnel yang digunakan untuk pengujian pesawat, LIWET (Industrial Wind Engineering Tunnel) yang digunakan untuk pengujian jembatan, pengujian emisi gas buang kendaraan bermotor, pengujian alat rumah tangga seperti untuk pengujian kulkas dan blender, serta Reaktor Nuklir GA Siwabessy yang merupakan reaktor nuklir untuk riset terbesar di asia tenggara,” paparnya.

Turut hadir dalam acara ini, Nyoman Jujur dari Kelompok Riset Material Biokompatibel, Pusat Riset Material Maju. Ia berpendapat bahwa riset itu lebih kepada menembukan kebaharuan yang diakui secara global, tak hanya itu riset juga berbicara mengenai manfaat untuk masyarakat sehingga sudah seharusnya riset sampai kepada tahap komersialisasi. 

”Inovasi yang dilakukan kelompok riset kami adalah implan tulang dan implan gigi yang bertujuan meningkatkan subtitusi impor produk implan tulang dan gigi sesuai standar medis, meningkatkan kandungan lokal produk alkes dan mendukung program BPJS Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan yang lebih murah dan berkualitas. Alat kesehatan adalah produk yang banyak menguras devisa negara, karena 90% masih diimport, harapannya TKDN kita dapat ditingkatkan sehingga dapat menghasilkan produk yang murah dan berkualitas,” terangnya.

Sementara Nendar Herdianto, yang tergabung dalam Kelompok Riset Biokeramik dan Komposit Biomedis, Pusat Riset Material Maju, menjelaskan bahwa riset yang ia lakukan ruang lingkupnya adalah pengembangan bonegraft berbasis kalsium fosfat dengan menggunakan bahan baku batu gampin, porous spherical calcium phosphate sebagai sistem pengantar obat, injectable bonegraft untuk rekonstruksi tulang osteoporosis, substituted calcium phosphate, membran elektrospun untuk implan berbasis biokeramik kalsium fosfat dan bio-inert ceramics.

”Kami turut melakukan riset pada bagian dari implan yang khusus pada kerusakan tulang, tantangan dalam riset ini adalah bagaimana kami dapat membuat desain yang lebih dinamis karena tulang itu sangat kompleks pada pengaplikasiannya. Tentunya kami tidak sendiri dalam melakukan riset, yang namanya riset dan inovasi dituntut kolaborasi dengan pihak lain,” ucapnya.

Selanjutnya, rombongan dari Poltekkes Semarang melanjutkan kunjungannye ke beberapa laboratorium yang berada di KST B.J. Habibie Serpong. Rombongan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu 20 orang ke Reaktor Nuklir, 25 orang ke Pusat Riset Material Maju dan 49 orang ke CPOTB. Setelahnya para peserta kunjungan kembali ke domisilnya, diharapkan dengan kujungan tersebut dapat menambah wawasan mereka dibidang terkait. (ir, hrd, rs, arf, sm/ ed: adl)

Tautan:

https://brin.go.id/ornm/posts/kabar/aplikasikan-kuliah-kerja-lapangan-mahasiswa-prodi-radiologi-poltekkes-semarang-sambangi-brin