BRIN Gelar Workshop dan Seminar Aplikasi Fotonika dengan Universiti Teknologi Malaysia

Tangerang Selatan-Humas BRIN. Pusat Riset Fotonika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar workshop bertajuk “Photonics Workshop: Precision Measurement for Biomedical Application” di ruang Integrity, Gedung 720 KST B.J. Habibie, Serpong. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memperdalam pengetahuan mengenai aplikasi fotonika dalam pengukuran presisi di bidang biomedis, dengan fokus pada teknologi terkini dan inovasi dalam instrumen biomedis.

Workshop ini menghadirkan dua pembicara utama yang sangat berpengalaman di bidangnya. Mohd Najeb Bin Jamaludin dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) mempresentasikan topik “Biomedical Instrumentation, Embedded Circuit & Systems, and Biomedical Signal Processing”. Dalam sesi ini, Najeb menjelaskan tentang berbagai teknologi yang digunakan dalam pembuatan instrumen biomedis, serta integrasi sistem sirkuit tertanam untuk meningkatkan kinerja dan akurasi alat-alat medis. Ia juga membahas bagaimana inovasi dalam embedded systems dapat memfasilitasi pengembangan perangkat medis yang lebih efisien dan ramah pengguna.

Najeb menyoroti beberapa contoh aplikasi nyata, seperti sensor optik untuk pemantauan kesehatan dan perangkat imaging yang mampu mendeteksi penyakit pada tahap awal. “Teknologi instrumentasi dan sirkuit tertanam telah membuka peluang baru dalam pengembangan perangkat medis yang lebih akurat dan efisien,” ungkapnya.

Sementara Purwowibowo, seorang peneliti senior dari Pusat Riset Fotonika BRIN, memberikan presentasi dengan topik “High Precision Infrared Thermometer for Skin Measurement”. Dirinya memaparkan inovasi terkini dalam penggunaan termometer inframerah berpresisi tinggi untuk pengukuran suhu kulit. Ia menjelaskan bagaimana teknologi ini dapat digunakan untuk diagnosa medis yang lebih cepat dan tidak invasif.

Menurut Purwowibowo, pengembangan termometer inframerah dengan presisi tinggi ini sangat penting dalam konteks medis, terutama untuk pemantauan suhu tubuh secara real-time di rumah sakit dan klinik. “Dengan teknologi ini, kami dapat memberikan diagnosa yang lebih cepat dan akurat, yang sangat penting untuk penanganan pasien,” jelasnya.

Salah satu peserta, Dadang Rustandi, seorang Periset dari PR Fotonika, menyatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru tentang aplikasi fotonika dalam bidang medis. “Saya sangat tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan berkolaborasi dengan para ahli di sini,” ucapnya.

Dengan suksesnya penyelenggaraan workshop ini, Isnaeni, Kepala Pusat Riset Fotonika BRIN berharap dapat terus mengadakan acara serupa untuk mendorong inovasi dan kolaborasi di bidang fotonika, khususnya untuk aplikasi biomedis. 

“Kami juga berencana untuk memperluas jaringan dengan institusi penelitian dan universitas di dalam maupun luar negeri guna mempercepat pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata profesor riset bidang optik tersebut.

Workshop “Photonics Workshop: Precision Measurement for Biomedical Application” ini menjadi bukti komitmen Pusat Riset Fotonika BRIN, dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui inovasi di bidang kesehatan. 

Sebagai informasi, selain workshop ini, PR Fotonika juga menggelar Photonics Seminar Tower #13: Measurement, Modelling, and AI. Menghadirkan narasumber Norma Alias dari Dept. Mathematical Sciences, Universiti Teknologi Malaysia serta Jalu A. Prakosa dari Precision Control and Measurement Research Group, PR Fotonika BRIN. (sm, dok. rs, arf/ ed: adl)

Tautan:

https://brin.go.id/ornm/posts/kabar/brin-gelar-workshop-dan-seminar-aplikasi-fotonika-dengan-universiti-teknologi-malaysia