Serpong – Humas BRIN. Dalam rangka mendukung percepatan transisi kendaraan listrik nasional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Energi dan Manufaktur berkolaborasi dengan PT Terminal Elektronika Sekawan (TES) menggelar Workshop Pengujian Performa, Keamanan, dan Kalibrasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kawasan Sains dan Teknologi BJ Habibie, Serpong, pada Selasa (29/7).
Workshop ini digelar untuk memperkuat infrastruktur pendukung kendaraan listrik yang aman, andal, dan sesuai standar. Kehadiran SPKLU yang berkualitas dinilai sebagai elemen krusial dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan.
Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN, Cuk Supriadi Ali Nandar, menegaskan pentingnya riset yang berbasis kebutuhan industri dan masyarakat.
“Keberadaan SPKLU yang aman, handal, murah, dan awet merupakan pilar penting dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik,” ujarnya.
Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Industri Kemenko Perekonomian, Firdausi Manti, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pengguna kendaraan listrik baik roda dua maupun tiga tidak lepas dari kebijakan insentif pemerintah. Namun, pertumbuhan ini perlu diimbangi dengan ketersediaan SPKLU yang tersebar luas dan berstandar tinggi.
“SPKLU harus mampu melakukan fast charging, menjamin akurasi energi dan biaya, serta memenuhi standar keamanan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur PT TES, Septinus Sitanaya, menyoroti pentingnya aspek keselamatan dalam pengisian daya kendaraan listrik. Ia menyebut sejumlah insiden, seperti baterai yang berasap saat pengisian di rumah, kerap disebabkan oleh instalasi yang tidak memenuhi standar, seperti kurangnya grounding.
“SPKLU di area publik cenderung lebih aman dibandingkan yang dipasang di rumah karena infrastruktur rumah sering kali tidak dirancang untuk kebutuhan tersebut,” jelasnya.
Septinus juga mendorong adanya harmonisasi sistem pembayaran dan penggunaan SPKLU agar memudahkan masyarakat.
“Standar yang baik akan menjadi pondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik dan infrastruktur pengisiannya,” tambahnya.
Workshop selama dua hari ini melibatkan peneliti, pelaku industri, regulator, dan akademisi untuk mendalami berbagai tantangan teknis dan regulasi dalam pengujian SPKLU. Peserta juga menyaksikan demonstrasi pengujian performa SPKLU menggunakan perangkat terkini dari BRIN dan PT TES, termasuk pembahasan kompatibilitas antar merek, konektor, serta akurasi pengukuran energi dan tarif.
Melalui kegiatan ini, BRIN menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan transisi energi bersih nasional melalui riset-riset aplikatif yang berdampak nyata bagi masyarakat dan industri. (ARF/ed:aj,trs)
Tautan: