BRIN – HUCM Tiongkok Jajaki Kolaborasi Riset Obat Tradisional dan Tanaman Obat

Tangerang Selatan – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menerima kunjungan delegasi Hunan University of Chinese Medicine (HUCM), Tiongkok, untuk menjajaki peluang kolaborasi riset di bidang obat tradisional, farmasi, dan pemanfaatan sumber daya alam.

Delegasi HUCM diterima Kepala Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional (PRBBOOT) BRIN Sofa Fajriah bersama para periset BRIN di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, pada Kamis (27/8).

Sofa mengatakan, Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional serta kekayaan sumber daya hayati dan pengetahuan yang dapat menjadi dasar pengembangan obat modern berbasis sumber daya alam.

“Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional. Keduanya juga memiliki sumber daya hayati, pengetahuan tradisional, dan keahlian ilmiah yang dapat menjadi fondasi pengembangan pengobatan modern berbasis sumber daya alam,” tuturnya.

Menurut Sofa, Indonesia memiliki potensi besar berupa tanaman obat, mineral, mikroorganisme, dan berbagai sumber daya alam lainnya. Namun, pemanfaatannya menjadi bahan dan produk farmasi membutuhkan dukungan riset, teknologi, keahlian multidisiplin, serta kolaborasi internasional.

Ia menjelaskan, PRBBOOT memiliki berbagai bidang penelitian, mulai dari eksplorasi dan karakterisasi sumber daya alam, ekstraksi senyawa bioaktif, pengembangan dan standardisasi bahan baku farmasi, kajian farmakologi, formulasi, hingga pengembangan obat tradisional berbasis pendekatan ilmiah dan regulasi.

“Kerja sama dengan HUCM dapat diarahkan pada penelitian bersama tanaman obat Indonesia, studi komparatif sumber daya obat Indonesia dan Tiongkok, penemuan serta karakterisasi senyawa bioaktif, pengembangan metode analisis, dan kajian farmakologi,” sebut Sofa.

Selain penelitian bersama, peluang kolaborasi juga mencakup peningkatan kapasitas, pertukaran mahasiswa dan periset, publikasi ilmiah bersama, pengembangan teknologi, serta hilirisasi hasil riset menuju inovasi dan komersialisasi.

Sementara itu, Director of International Exchange and Cooperation Department HUCM Tian Xuefei mengapresiasi kesempatan kunjungan ke BRIN. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal pengembangan kerja sama yang lebih luas, terutama dalam pertukaran mahasiswa, dosen, dan profesor.

Tian menilai Indonesia dan Tiongkok memiliki landasan yang kuat untuk berkolaborasi karena sama-sama memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional dan kekayaan sumber daya alam.

“Farmasi, ilmu kefarmasian, pangan, dan teknik pangan merupakan bidang yang memiliki peluang untuk dikembangkan bersama,” katanya.

Dalam sesi diskusi, Dean of the School of Pharmacy HUCM, Wang Wei menyampaikan ketertarikannya terhadap potensi tanaman obat Indonesia untuk dikembangkan sebagai sumber senyawa dan produk farmasi.

Wang mengajak BRIN mengembangkan kajian etnofarmasi untuk mengeksplorasi spesies tanaman obat Indonesia serta senyawa aktif yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Ia juga membuka peluang bagi peneliti Indonesia untuk melakukan kajian kimia dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium HUCM.

“Pengembangan tanaman obat dapat dilakukan melalui identifikasi senyawa utama, skrining senyawa aktif, hingga pendekatan sintesis, pengembangan turunan senyawa, saponin, biotransfer, dan genomik,” jelas Wang.

Ia mencontohkan, artemisinin dan ginseng sebagai bahan alam yang memiliki komponen utama dan telah menjadi perhatian dalam penelitian serta pengembangan produk.

Wang juga melihat peluang untuk menghubungkan hasil penelitian dengan laboratorium penelitian dan pengembangan industri farmasi sehingga eksplorasi tanaman obat tidak berhenti pada penelitian dasar, tetapi dapat diarahkan menjadi produk.

“Indonesia dapat melakukan eksplorasi dan menyediakan sumber daya, sementara kerja sama dengan laboratorium di Tiongkok dapat mendukung pengembangan lebih lanjut dan membuka peluang agar hasilnya dapat dibawa ke dunia,” ujarnya.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan fasilitas laboratorium BRIN, antara lain Laboratorium Bioproses serta Laboratorium Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).  (adl, sm/ ed: aj,trs)

Tautan:

https://brin.go.id/news/130147/brin-hucm-tiongkok-jajaki-kolaborasi-riset-obat-tradisional-dan-tanaman-obat