Kembangkan Talenta Nasional, BRIN Buka Peluang Pendanaan dan Kolaborasi Riset

Tangerang Selatan – Humas BRIN. Manajemen Talenta Nasional merupakan fondasi pembangunan riset jangka panjang di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia akan selalu memastikan keberlangsungan talenta terbaiknya.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Sumber Daya Manusia Iptek (SDMI) BRIN, Prof. Edy Giri Rachman Putra, dalam Talkshow Program dan Pendanaan Riset dan Inovasi di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie Serpong, Rabu (4/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Professor Susumu Kitagawa, Nobel Laureate Lecture, yang menjadi forum strategis untuk memperkenalkan berbagai program pengembangan talenta, skema pendanaan, serta fasilitas riset yang tersedia di BRIN.

“Manajemen talenta nasional menjadi kunci agar Indonesia tidak kehilangan talenta terbaiknya. BRIN hadir untuk memastikan talenta riset, baik di dalam negeri maupun diaspora, tetap terhubung dan berkontribusi bagi pembangunan nasional,” ujar Edy.

Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjaga keberlanjutan talenta Indonesia melalui berbagai skema mobilitas, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi, industri, dan lembaga riset internasional. Dengan pendekatan tersebut, peneliti, dosen, mahasiswa, hingga postdoctoral researcher diharapkan dapat berkembang secara optimal dalam ekosistem riset nasional.

Untuk mendukung pengembangan talenta tersebut, BRIN juga menyiapkan berbagai instrumen pendanaan riset dan inovasi. Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN, Raden Arthur Ario Lelono, memaparkan secara komprehensif skema pendanaan yang dikelola BRIN, mulai dari pendanaan kompetitif hingga kolaborasi strategis dengan industri dan mitra internasional.

“Saat ini BRIN telah mendukung lebih dari 6.000 judul riset melalui berbagai skema pendanaan, baik yang bersifat kompetitif, strategis, maupun kolaboratif dengan industri dan mitra internasional,” Arthur menjelaskan.

Skema pendanaan tersebut mencakup riset kompetitif (bottom-up) yang membuka ruang bagi ide-ide inovatif peneliti dan perekayasa; riset inovasi berbasis industri, termasuk pengujian model inovasi dan penguatan startup berbasis teknologi; riset inovasi strategis yang diarahkan untuk menjawab tantangan nasional dan global seperti ketahanan energi, kesehatan, dan teknologi maju; serta kolaborasi internasional melalui pendanaan bersama dengan lembaga riset dan funding agency luar negeri.

Arthur juga menekankan pentingnya pemilihan skema pendanaan yang tepat, pemanfaatan kolaborasi lintas sektor, serta optimalisasi infrastruktur riset agar proposal yang diajukan memiliki daya saing tinggi.

Dari sisi kebijakan nasional, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan Adziman,  menyoroti peran riset strategis dalam mendukung arah pembangunan Indonesia.

“Riset ke depan harus mampu menjawab kebutuhan nyata bangsa. Karena itu, pemerintah mendorong riset strategis yang didukung fasilitas dan infrastruktur nasional agar hasilnya berdampak langsung bagi masyarakat dan industri,” Fauzan menegaskan.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan infrastruktur riset nasional, mulai dari laboratorium, fasilitas uji, hingga pusat unggulan riset, perlu dioptimalkan secara kolaboratif agar hasil riset dapat lebih cepat memberikan dampak nyata.

Sejalan dengan hal tersebut, BRIN menyadari pentingnya kolaborasi. Kepala (Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material) ORNM Ratno Nuryadi mengatakan, kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi menjadi kunci agar infrastruktur riset yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

“ORNM terbuka untuk kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi. Melalui kolaborasi, kami berharap riset material dan nanoteknologi dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan daya saing nasional,” ungkap Ratno.

Ia juga berharap forum ini dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara peneliti, pengambil kebijakan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun kolaborasi riset yang berkelanjutan.

Talk show ini diinisiasi oleh Deputi Sumber Daya Manusia Iptek (SDMI), Direktorat Fasilitasi Riset dan Inovasi (DFRI), serta Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM). Forum ini menghadirkan dialog antara peneliti, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan guna memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional. 

Melalui penyelenggaraan BRIN Talk Show ini, BRIN menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi, mendanai, dan memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap program, skema pendanaan, dan fasilitas yang tersedia, diharapkan para peneliti dan mitra dapat memanfaatkan peluang riset secara optimal.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajakan terbuka bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam kolaborasi riset guna menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan Indonesia. (adl/ed:MM)

Tautan:

https://brin.go.id/news/126631/kembangkan-talenta-nasional-brin-buka-peluang-pendanaan-dan-kolaborasi-riset