Atasi Permasalahan Transplantasi Tulang dengan Teknik Pelapisan Material Implan

Tangerang Selatan – Humas BRIN. Tingginya mobilitas manusia dalam beraktivitas sehari-hari memungkinkan timbulnya risiko, salah satunya kecelakaan yang berdampak pada patah atau cedera tulang. Untuk penanganan jaringan tulang tersebut secara medis dapat dilakukan dengan metode cangkok atau transplantasi tulang (bone graft). Di dunia kedokteran, material implan yang banyak digunakan untuk pemulihan tulang adalah hidroksiapatit (HA).

Perekayasa dari Pusat Riset Material Maju – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nendar Herdianto menjelaskan sifat rekonstruksi termal dari material nonegraft Mg-doped Hidroksiapatit, pada forum pertemuan ilmiah riset dan inovasi ORNAMAT seri 26, Selasa (28/03).

Nendar mengatakan secara kimia, hidroksiapatit yang terbentuk dari anorganik 65-70%, mirip dengan tulang dan 70 – 80% mirip dengan gigi. “Material ini bahkan sangat mirip dengan tulang dan gigi vertebrata, sehingga mengapa banyak digunakan sebagai bone graft,” ujarnya.

Menurutnya, hidroksiapatit banyak digunakan karena memiliki sifat biokompatibilitas (bersesuaian dengan tubuh manusia) dan bioaktivitas (sifat biologis seperti merangsang pertumbuhan sel tulang baru), yang sangat baik, tetapi masih dapat ditingkatkan karakteristiknya dengan penambahan dopant. “Contohnya menggunakan perak (Ag) yang bisa meningkatkan sifat antimikrobialnya  (kemampuan membunuh mikroba). Kemudian Selenium (Se) yang dapat meningkatkan anti kanker,” sebutnya.

Nendar mengatakan, riset yang dilakukan bersama timnya berfokus pada magnesium (Mg) yang merupakan salah satu dopant hidroksiapatit, yang dapat meningkatkan proliferasi dari osteoblas (salah satu sel tulang) dan memiliki sifat antimikrobial.

“Hidroksiapatit (HA) mempunyai sifat biokompabilitas sehingga bisa digunakan sebagai coating material pada daerah interface antara implan dengan tulang, sehingga bisa meningkatkan oseokonduktif (salah satu contoh sifat bioaktif untuk merangsang pertumbuhan sel tulang baru) atau bounding antara implan dengan tulang. Selain itu bisa meng-coating implan gigi pada bagian akar yang ditanam pada tulang untuk meningkatkan daya cengkram dari implan,” terang lulusan S-1 IPB Fisika tersebut.

“Untuk diimplankan, ada metode coating menggunakan hidroksiapatit pyroprocessing. Metode pyroprocessing memanfaatkan temperatur tinggi 800 derajat celcius, sehingga bisa mengubah struktur dari material,” tambahnya.

Nendar menjabarkan, pada suhu tersebut  800 derajat celcius, terjadi transformasi fasa HA menjadi fasa lain. Pada pemanasan yang lebih tinggi, mentransformasi lagi menjadi material atau fasa lain yang tidak diinginkan.

“Hal ini menjadi penting untuk bisa mengetahui perilaku material HA ketika dipanaskan. Misalnya dalam proses coating HA, mempelajari bagaimana perilaku HA pada saat dipanaskan di suhu tinggi, dibandingkan dengan suhu yang lebih rendah,” ulasnya.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, keberadaan Mg dapat menurunkan suhu transformasi TCP, dapat menurunkan titik lebur kalsium fosfat, serta meningkatkan suhu transformasi dari beta-TCP ke alfa-TCP.

“Dari sifat rekonstruksi termal dengan fasa 0%, pada saat sebelum dipanaskan memang fasanya HA semua. Saat dipanaskan 1000 derajat celcius itu sebagian kecil tertransformasi menjadi beta-TCP dan ini tidak masalah, karena kadang diinginkan,” kata jebolan magister Material Sains UI.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Fotonik, Isnaeni menyampaikan agar dalam webinar ini, diharapkan akan muncul kolaborasi dan mengenal satu sama lain periset-periset di dalam ORNM maupun di luar.

“Dalam acara ini, periset, praktisi, akademisi, dan industri  kolaborasi terjalin, serta menguatkan iklim riset, sehingga riset-riset kita semakin berkembang. Tidak sendiri-sendiri risetnya,” harapnya.

“Jadi periset yang di sana bisa berkoraborasi, untuk bagian yang ini untuk riset saya, dan sebagainya. Sehingga kita terus mengadakan ORNAMAT ini sebagai sarana untuk kita sounding ke teman-teman periset sendiri khususnya, dan umumnya kepada masyarakat umum periset lain,” tutup Kepala Pusat Riset Fotonik. (hrd/ed:adl)

Tautan:

https://www.brin.go.id/news/112131/atasi-permasalahan-transplantasi-tulang-dengan-teknik-pelapisan-material-implan