Mahasiswa Farmasi Fort de Kock Pelajari Pembuatan Obat Tradisional Berstandar di BRIN

Tangerang Selatan – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendukung program yang ada di universitas, baik riset dasar maupun terapan. Untuk itu, dalam rangka mengembangkan potensi mahasiswa di bidang kesehatan dan obat, Program Studi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Fort de Kock, Bukit Tinggi, Sumatera Barat, melakukan kunjungan industri ke Kawasan Sains Teknologi (KST) BJ Habibie Serpong, pada Senin (10/7).

Fajrian Aulia Putra, perwakilan dari universitas Fort de Kock, menyampaikan inisiatif dari kampusnya mengunjungi fasilitas BRIN.“Kami sudah lama berinisiasi untuk melakukan kunjungan ini, dalam rangka membuka wawasan dari mahasiswa, untuk dapat mengembangan potensi di bidang obat-obatan. Tentunya tidak hanya obat-obatan kita juga memerlukan pengembangan teknologi, sehingga mahasasiwa dapat mengetahui perkembangan teknologi di bidang obat-obatan,” ujarnya.

Diharapkan, lanjutnya, akan ada tindak lanjut untuk melakukan kerja sama dengan BRIN. “Agar riset-riset yang ada di Universitas Fort de Kock dapat dikembangkan lebih bagus lagi, dengan adanya kerja sama.  Di universitas masih terkendala dalam keterbatasan teknologi di bidang obat-obatan,” ungkap Fajrian.

Dalam kunjungan ini, sebanyak 80 mahasiswa dan 4 dosen mengikuti kegiatan ini. Sebelum melakukan kunjungan ke laboratorium, mahasiswa menerima penjelasan dari periset Organisasi Riset Kesehatan BRIN. 

Mewakili Organisasi Riset Kesehatan, Chaidir dari Pusat Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, menyampaikan bahwa infrastruktur riset BRIN terbuka bagi masyarakat, termasuk mahasiswa yang ingin melakukan praktik kerja lapang (PKL), tugas akhir (TA), atau program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). “Fasilitas BRIN dibangun untuk digunakan oleh seluruh rakyat Indonesia, terutama yang bergerak di bidang pendidikan dan penelitian,” terangnya.

“Aset-aset ini semua terbuka, dapat digunakan untuk para mahasiswa, supaya mempunyai pengalaman. Sehingga dapat menggunakan peralatan-peralatan yang lebih canggih seperti alat analitik, biologi molekuler, agar bisa lebih jauh untuk malakukan pengembangan penelitian,” jelas Chaidir.

Dalam kesempatan yang sama, periset Tarwadi memberikan penjelasan tentang Pusat Riset Vaksin dan Obat, serta Wuryantari menyampaikan materi Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman.

Selama kunjungan, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengunjungi fasilitas yang canggih dan teknologi mutakhir, yang ada di laboratorium Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) BRIN. Mahasiswa juga berpartisipasi dalam sesi diskusi yang interaktif dengan para periset, yang terkait dengan program studi mereka. (esw,jp,hrd/ed: adl)

Sumber artikel di web BRIN :

https://ppid.brin.go.id/posts/mahasiswa-farmasi-fort-de-kock-pelajari-pembuatan-obat-tradisional-berstandar-di-brin