BRIN Jajaki Kolaborasi Riset Tanaman Obat dan Produk Herbal

angerang Selatan – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjajaki kolaborasi riset di bidang tanaman obat, pengobatan tradisional, dan pengembangan produk herbal bersama peneliti, akademisi, serta mitra dari berbagai institusi melalui scientific meeting di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, pada Selasa (11/8).

Pertemuan yang digelar Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional (PRBBOOT) BRIN tersebut menjadi forum pertukaran informasi mengenai kegiatan penelitian, potensi tanaman obat Indonesia, serta peluang kerja sama yang dapat dikembangkan para pihak.

Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN Prof. Ni Luh Putu Indi Dharmayanti mengatakan pertemuan itu menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai pengembangan tanaman obat dan pengobatan tradisional berbasis riset.

“Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk saling bertukar pengetahuan dan menjajaki peluang kolaborasi, khususnya dalam penelitian dan pengembangan tanaman obat serta obat tradisional,” ucap Indi.

Ia menjelaskan Indonesia memiliki keragaman sumber daya alam dan tanaman obat yang berpotensi dikembangkan melalui penelitian. Namun, pemanfaatan sumber daya tersebut perlu didukung kajian dan validasi ilmiah agar dapat menghasilkan produk yang tepat dan memiliki nilai guna.

Kepala PRBBOOT BRIN Sofa Fajriah menyampaikan scientific meeting tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kapasitas riset BRIN sekaligus membahas pengembangan tanaman obat Indonesia, termasuk sebagai bahan baku obat dan produk herbal.

“Kami membuka peluang kerja sama untuk pemanfaatan obat herbal, khususnya yang ada di Indonesia, untuk dikembangkan lebih jauh, misalnya menjadi bahan baku obat maupun produk herbal,” kata Sofa.

Menurut dia, kerja sama dapat mencakup penelitian, standardisasi, pengembangan bahan baku, hingga kajian pemanfaatan tanaman obat. Bentuk kolaborasi selanjutnya dapat disesuaikan dengan bidang keahlian, kebutuhan, dan kesepakatan masing-masing pihak.

Pertemuan tersebut dihadiri delegasi dari sejumlah institusi penelitian dan perguruan tinggi, lembaga pemerintah, rumah sakit, serta pelaku industri yang bergerak di bidang tanaman obat dan pengobatan tradisional. Di antaranya National Research Institute of Chinese Medicine, China Medical University, Hungkuang University, Taipei Medical University, National Chiayi University, dan Kaohsiung Medical University.

Direktur National Research Institute of Chinese Medicine Su Yi-Chang mengapresiasi kesempatan bertukar informasi dengan peneliti BRIN. Ia juga memaparkan pengalaman institusinya dalam pengembangan pengobatan tradisional dan standardisasi bahan herbal.

Su menilai, pertemuan tersebut dapat menjadi awal untuk mengembangkan kerja sama berupa penelitian bersama, pertukaran dan mobilitas peneliti, pemanfaatan fasilitas riset, serta pengembangan produk berbasis tanaman obat.

“Pertemuan hari ini baru merupakan awal. Kami sangat berharap dapat melanjutkan kolaborasi yang lebih konkret dan praktis dalam waktu dekat,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Chang Yuan-Shiun dari China Medical University memaparkan rencana kajian mengenai sumber daya tanaman obat Indonesia pada 2026. Kajian tersebut menjadi bagian dari agenda kunjungan untuk memperoleh informasi mengenai potensi tanaman dan bahan obat di Indonesia.

Chang menilai keragaman ekosistem dan sumber daya alam Indonesia menjadi aspek menarik untuk dikaji dalam kaitannya dengan tanaman obat dan bahan baku obat.

Selain scientific meeting, delegasi juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi yang berkaitan dengan tanaman obat dan pengembangan produk herbal, termasuk fasilitas BRIN di Tawangmangu, perkebunan herbal, perguruan tinggi, serta pelaku industri herbal.

Melalui penjajakan tersebut, BRIN bersama para mitra diharapkan dapat mengidentifikasi bidang yang potensial untuk dikembangkan melalui kerja sama riset, sekaligus memperluas jejaring penelitian dan mendorong pemanfaatan hasil riset tanaman obat berbasis bukti. (adl, sm/ ed: aj,trs)

Tautan:

https://brin.go.id/news/129932/brin-jajaki-kolaborasi-riset-tanaman-obat-dan-produk-herbal