Dari Energi hingga Kesehatan, BRIN Kembangkan Riset Nanoteknologi dan Material

Tangerang Selatan – Humas BRIN.Riset nanoteknologi dan material kini berkembang pada berbagai bidang yang dekat dengan kebutuhan masyarakat dan industri, mulai dari pangan, kesehatan, energi, hingga transportasi. Pengembangan material baterai, fuel cell, sensor, teknologi pengolahan air, semikonduktor, hingga teknologi kuantum menjadi bagian dari riset yang saat ini dikembangkan Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Berbagai hasil riset tersebut diperkenalkan dalam ORNM Talk & Expo 2026 di Graha Widya Bhakti, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (19/8). Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan kompetensi riset ORNM dengan kebutuhan akademisi, industri, mitra, dan masyarakat.

Kepala ORNM BRIN, Prof. Ratno Nuryadi, mengatakan bahwa luasnya penerapan nanoteknologi dan material perlu diikuti dengan peningkatan kualitas riset serta keterhubungan hasil penelitian dengan calon pengguna. Menurutnya, capaian riset tidak hanya diukur melalui publikasi ilmiah, tetapi juga dari peluang hasil penelitian untuk dikembangkan dan dimanfaatkan.

“Harapannya, melalui kegiatan ini kita akan lebih mengetahui dan memahami ke mana arah riset kita, bagaimana meningkatkan kualitas riset, serta bagaimana hasil riset dapat memberikan manfaat dan dampak yang besar kepada masyarakat dan industri,” ujar Ratno.

Menurutnya, karakter riset nanoteknologi dan material yang lintas disiplin membuka peluang penerapan pada berbagai sektor. Karena itu, keterhubungan antara periset, akademisi, industri, dan pengguna menjadi penting agar pengembangan teknologi dapat diarahkan pada kebutuhan yang nyata.

Dalam ORNM Talk & Expo 2026, sejumlah hasil riset diperkenalkan dengan cakupan pangan dan pertanian, energi, material baterai, fuel cell, kesehatan, sensor, lingkungan, air, transportasi, mineral, semikonduktor, teknologi kuantum, hingga peralatan laboratorium.

Keragaman tersebut memperlihatkan posisi riset material sebagai salah satu fondasi bagi pengembangan berbagai teknologi. Material baterai dan fuel cell, misalnya, berkaitan dengan pengembangan teknologi energi, sementara sensor dan semikonduktor menjadi komponen penting dalam berbagai perangkat elektronik dan sistem pengukuran. Di bidang lain, pengembangan material juga diarahkan untuk mendukung teknologi kesehatan, lingkungan, pangan, dan pengolahan air.

Tantangannya tidak berhenti pada menghasilkan teknologi di laboratorium. Hasil riset perlu melalui tahapan validasi dan penguatan teknologi, disertai perlindungan kekayaan intelektual serta kolaborasi dengan mitra agar memiliki peluang pemanfaatan yang lebih luas.

“Hasil-hasil riset ini menjadi gambaran dari berbagai bidang yang dikembangkan di ORNM. Kami berharap riset tersebut terus meningkat kualitasnya dan memberikan manfaat yang lebih luas,” kata Ratno.

Dari sisi penguatan kapasitas riset, ORNM juga mendorong peningkatan publikasi ilmiah bereputasi, paten, komunikasi hasil riset, jejaring, dan mobilitas periset. Kolaborasi dengan ilmuwan dari berbagai bidang menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kompetensi dan kualitas penelitian.

“Kita terus berupaya meningkatkan kualitas hasil riset, publikasi di jurnal bereputasi, paten, serta mobilitas riset. Penguatan jejaring dengan para top scientist juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas riset ORNM,” jelasnya.

Sepanjang 2026, ORNM mengagendakan sejumlah kegiatan kolaboratif antarpusat riset serta seminar internasional mengenai nanoteknologi, nanomaterial, dan perangkat. ORNM Talks juga menghadirkan perspektif akademisi, riset hijau, dan perkembangan global, termasuk kuliah umum oleh Prof. Stefano Luzzatto dari International Centre for Theoretical Physics (ICTP), Italia.

Melalui pameran dan interaksi langsung, ORNM Talk & Expo 2026 diharapkan dapat memperluas pertemuan antara pengembang teknologi dan calon pengguna. Bagi akademisi dan industri, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenali kompetensi dan teknologi yang dikembangkan ORNM. Sementara bagi mahasiswa dan pelajar, kegiatan ini memberikan gambaran mengenai perkembangan nanoteknologi dan material serta penerapannya pada berbagai bidang.

Prof. Ratno juga menegaskan, penguatan kualitas riset dan keterhubungan dengan pengguna menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem riset yang produktif. Kolaborasi antara periset, akademisi, industri, dan masyarakat diperlukan untuk mendukung pemanfaatan hasil riset. Dengan demikian, hasil riset diharapkan tidak berhenti pada tahap pengetahuan, tetapi dapat berkembang menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah dan dampak bagi pembangunan. (adl/ ed: aj,MM)

Tautan:

https://brin.go.id/news/130016/dari-energi-hingga-kesehatan-brin-kembangkan-riset-nanoteknologi-dan-material