ISNND 2025 Ajang Peneliti Bertukar Ide dan Temuan Baru Riset Nanoteknologi

Tangerang Selatan – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar International Seminar on Nanotechnology, Nanomaterials, and Devices (ISNND) 2025 pada tanggal 25 -26 Agustus 2025 di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie Serpong, Senin-Selasa (25-26/8). Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) – BRIN, Ratno Nuryadi menyampaikan tujuan seminar ini yaitu menyatukan peneliti, akademisi, cendekiawan, dan praktisi dari seluruh dunia untuk berbagi temuan penelitian terbaru mereka dalam bidang nanoteknologi.

“Seminar ini menjadi wadah untuk berdiskusi terkait perkembangan riset terbaru di bidang nanoteknologi, nanomaterial dan perangkatnya. Selain mendapatkan pengetahuan baru dan bertukar ide, peserta dapat membangun jejaring serta kolaborasi kedepannya,” ujarnya.

Ratno yakin konferensi ini tidak hanya bermanfaat dalam diskusi ilmiah internal, tetapi juga menjadi peluang untuk membangun jaringan riset yang kuat. “Terima kasih atas kehadiran dan kontribusi anda, serta upaya dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemaslahatan masyarakat,” ucapnya.

Kepala Pusat Riset Sistem Nanoteknologi (PRSN) – BRIN, Murni Handayani mengatakan kegiatan ISNND 2025 dikemas dalam bentuk diskusi dan menghadirkan tiga Pembicara Utama dari luar negeri, yaitu Jatuporn Wittayakun dari Suranaree University of Technology – Thailand, Hirofumi Tanaka dari Kyushu Institute of Technology – Jepang, dan Siti Salwa Binti Alias dari Universiti Teknologi Malaysia.

Dia berharap ISNND menjadi platform untuk mendorong kolaborasi antara institusi penelitian, perguruan tinggi dan industri yang memungkinkan adanya pertukaran ide-ide inovatif, saling berbagi ilmu dan berdiskusi secara scientific. “ISNND ini, diharapkan dapat memperkenalkan kegiatan BRIN, kegiatan PRSN dan kegiatan ilmiah serta dapat menjalin kolaborasi secara nasional maupun internsional,” harapnya.

Murni menambahkan, PRSN BRIN selama ini berupaya meningkatkan kolaborasi lintas institusi dan negara antara lain melalui pendanaan bersama (joint funding), penulisan karya ilmiah bersama (joint publication), visiting researcher, serta kunjungan untuk penggunaan instrumen pengukuran (instrument sharing).

Pada kesempatan ini, Pembicara Utama dari Suranaree University of Technology – Thailand, Jatuporn Wittayakun memaparkan penelitian mengenai sintesis zeolit dari sumber silika yang berasal dari limbah pertanian seperti sekam padi, daun tebu, dan alang-alang yang berbiaya rendah dan berkelanjutan. 

Dikatakan Jatuporn, sifat fisikokimia dari zeolit yang dihasilkan dan kompositnya akan dibahas bersamaan dengan aplikasinya dalam adsorpsi polutan lingkungan seperti paraquat dan karbon dioksida. Selain itu, penggunaan material zeolit ini sebagai katalis dalam produksi bahan bakar ramah lingkungan dan konversi molekul biomassa menjadi bahan kimia bernilai tinggi. Penelitian ini menyoroti fleksibilitas nanomaterial berbasis zeolit dalam mendorong teknologi energi bersih dan remediasi lingkungan.

Pembicara Utama dari Kyushu Institute of Technology – Jepang, Hirofumi Tanaka menjelaskan kontribusi nanoteknologi dalam perangkat keras Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Sistem perangkat keras AI yang sedang berkembang ini memanfaatkan sifat non linier intrinsik dari nanomaterial untuk menghadirkan fungsi-fungsi dinamis seperti pembangkitan pulsa dan perilaku stokastik yang penting untuk mencapai platform berdaya rendah dan berintegrasi tinggi.

Hirofumi menuturkan kemajuan penelitiannya dalam perangkat AI berbasis nanomaterial, penekanan pada strategi konstruksi jaringan, matrik evaluasi performa, dan implementasi praktis. Hasil risetnya juga menyoroti peran nanomaterial dalam komputasi in-materio dan arsitektur berbasis reservoir serta membahas bagaimana pendekatan ini dapat diperluas melewati bidang robotika ke aplikasi seperti deteksi aktivitas manusia.

Sementara itu, Pembicara Utama dari Universiti Teknologi Malaysia, Siti Salwa Binti Alias menerangkan peran penting nanomaterial logam oksida dalam kemajuan nanoteknologi dan perangkat fungsional. Pada penelitian ini, ZnO, TiO₂, Ag/AgO, dan ZnO yang didoping dengan Ag telah disintesis menggunakan pendekatan sol–gel, hidrotermal, dan green synthesis untuk mencapai kontrol yang presisi terhadap morfologi, kristalinitas, dan sifat permukaan.

Material-material ini telah dikarakterisasi secara sistematis menggunakan difraksi sinar-X, mikroskopi elektron, spektroskopi UV–Vis, dan fotoluminesensi untuk menetapkan hubungan antara struktur dan sifat-sifatnya. Penambahan Ag dan Ag/AgO terbukti dapat memperluas penyerapan cahaya ke dalam spektrum tampak, meningkatkan pemisahan muatan, dan memperbaiki reaktivitas permukaan.

Siti mengungkapkan aplikasi yang dikaji mencakup degradasi fotokatalitik polutan, permukaan antibakteri, membran anti-biofouling, dan sel fotokimia untuk konversi energi surya. Efisiensi yang lebih tinggi dalam fotokatalisis berbasis cahaya tampak dan performa fotoelektrokimia berhasil dicapai, khususnya pada sistem ZnO yang dimodifikasi dengan Ag/AgO dan didoping Ag.

Riset dan temuannya ini, menyoroti fleksibilitas nanomaterial berbasis ZnO–TiO₂–Ag yang telah direkayasa serta potensi integrasinya ke dalam perangkat generasi berikutnya untuk aplikasi di bidang lingkungan, energi, dan sensor. (la/ed:jml)

Tautan:

https://brin.go.id/news/124590/isnnd-2025-ajang-peneliti-bertukar-ide-dan-temuan-baru-riset-nanoteknologi