Potensi Material MOF untuk Terapi Biomedis dan Katalis Energi

Tangerang Selatan – Humas BRIN. Riset Metal-Organic Frameworks (MOF) berkembang pesat dengan puluhan ribu jenis yang telah disintesis dari berbagai kombinasi logam dan ligan organik. Salah satu MOF yang banyak diteliti adalah ZIF-8, yang memiliki struktur berpori khas serta ukuran pori yang dapat diatur sesuai kebutuhan aplikasi.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Polimer (PRTP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Efwita Astria menyampaikan material MOF ideal untuk dimanfaatkan sebagai sistem penghantaran obat di bidang biomedis. “MOF bersifat multifungsional dan berpotensi diaplikasikan pada berbagai bidang, termasuk sistem penghantaran obat,” ungkapnya dalam Forum Pertemuan Ilmiah dan Inovasi ORNAMAT ke-79 yang diselenggarakan secara daring, Selasa (13/1).

Pada forum tersebut, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Polimer (PRTP) BRIN, Efwita Astria, memaparkan riset bertajuk “Modulation of Metal-Organic Frameworks (MOFs) for the Tunable Release of Carbohydrate-based Therapeutics”. Ia menjelaskan bahwa MOF memiliki luas permukaan yang sangat besar, sehingga ideal untuk berbagai aplikasi, khususnya sebagai sistem penghantaran obat di bidang biomedis.

Menurut Efwita, pengembangan MOF biokomposit berbasis seng, besi, dan aluminium melalui integrasi biomolekul dinilai mampu meningkatkan biokompatibilitas dan efektivitas terapi, sehingga berpeluang menjadi solusi inovatif dalam aplikasi biomedis.

Potensi Katalis Energi: Konversi Minyak Sawit Menjadi Diesel Terbarukan

Sementara itu, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kimia Molekuler (PRKM) BRIN, Sudiyarmanto, memaparkan riset berjudul “Pengembangan Material Berbasis Metal-Organic Frameworks (MOFs) untuk Konversi Minyak Nabati menjadi Biohidrokarbon Setara Diesel” dalam sebuah forum ilmiah. Riset tersebut berfokus pada pengembangan material hibrida berbasis MOF sebagai katalis, khususnya untuk mendukung sektor energi.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan katalis berbasis MOF dilatarbelakangi oleh peningkatan emisi gas rumah kaca di Indonesia yang pada 2019 tercatat sekitar 600 juta ton CO₂e. Selain itu, konsumsi energi di sektor transportasi juga tergolong tinggi, mencapai sekitar 44 persen, dengan dominasi penggunaan bahan bakar diesel.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030 serta pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060. melalui program transisi energi, termasuk pengembangan bioenergy, seperti bioetanol, biogas, dan renewable diesel. 

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Sudiyarmanto, menjelaskan bahwa BRIN mengembangkan katalis energi berbasis Metal-Organic Frameworks (MOF) untuk mengonversi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi diesel terbarukan. Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pengembangan bahan bakar terbarukan yang berkelanjutan. 

Oleh karena itu, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN, Ratno Nuryadi menyampaikan dukungan bagi para periset dalam melakukan pengembangan riset meterial MOF.  “BRIN mendorong inovasi material melalui pengembangan riset Metal-Organic Frameworks (MOF) untuk mendukung teknologi kesehatan dan mempercepat transisi energi berkelanjutan,” pungkasnya. (dh/ed:jh,jml)

Tautan:

https://brin.go.id/ornm/posts/kabar/potensi-material-mof-untuk-terapi-biomedis-dan-katalis-energi