BRIN Ajak Shizuoka University Jepang Bangun Kolaborasi Riset

Tangerang Selatan – Humas BRIN. Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Badan Riset dan Inovasi Nasional (ORNM BRIN) mengajak Shizuoka University Jepang, untuk melakukan visitasi riset ke Kawasan Sains dan Teknologi BJ Habibie, Tangerang Selatan, Banten, pada Sabtu (29/07). Hal itu dalam rangka membangun kolaborasi antara lembaga penelitian dengan perguruan tinggi.

Kepala ORNM, Ratno Nuryadi menyambut kunjungan dari Shizuoka University Jepang yang terdiri dari Wakil Presiden Shizuoka University (Aoki Toru), Direktur Research Institute of Electronics, Shizuoka University (Kimura Masakazu), dan Peneliti Research Institute of Electronics (Kase Hiroki). “Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam dunia riset, untuk mengembangkan sains dan teknologi. Selain mencetak lulusan akademik, hasil riset dan inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi, diharapkan mampu menjawab persoalan yang ada di masyarakat,” katanya.

Ratno menyampaikan bahwa berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021, BRIN merupakan integrasi dari lima LPNK (LIPI, BATAN, BPPT, LAPAN) dan Kemenristek serta unit penelitian di Kementerian. Selain itu, ada skema kolaborasi dan pendanaan yang ada di BRIN. “Dengan banyaknya alumni Shizuoka University di BRIN yang memiliki riset beragam, diharapkan bisa membangun kolaborasi antara BRIN dan Shizuoka University,” ucapnya.

Ratno juga menjelaskan BRIN telah membangun beberapa kolaborasi di lembaga riset dan universitas luar negeri, seperti kerja sama riset, visiting researcher, program postdoctoral, dan program Degree by Research (DBR). Dia mengatakan bahwa dalam program DBR belum ada legalitas nota kesepahaman (MoU) dengan universitas di Jepang. “Jika bisa membangun kolaborasi yang bermanfaat antara Shizuoka University dan BRIN, merupakan suatu kesempatan yang sangat baik,” terangnya.

Sementara itu, Kimura Masakazu mengatakan kendala yang dihadapi oleh Shizuoka University saat ini, adalah penurunan jumlah mahasiswa di Shizuoka tiap tahunnya. Bukan hanya di Shizuoka University tapi juga universitas lain di Prefektur Shizuoka. “Wilayah Shizuoka yang dekat dengan kota besar Nagoya dan Tokyo, sehingga banyak calon mahasiswa yang memilih untuk berkuliah di universitas di Nagoya dan Tokyo. Selain itu menurunnya angka kelahiran di Jepang beberapa dekade ini,” terang Direktur Research Institute of Electronics, Shizuoka University.

Senada dengan Kepala ORNM – BRIN, Aoki Toru, Wakil Presiden Shizuoka mengatakan bahwa terbuka dalam bentuk MoU antara BRIN dan Shizuoka University untuk memayungi kerja sama yang lebih luas. Acara ini turut dihadiri oleh para peneliti dari Pusat Riset (PR) di BRIN di KST BJ Habibie yang merupakan alumni Shizuoka university yaitu Himma Firdaus (Teknologi Pengujian dan Standar); Eka Rakhman Priandana, Yusuf Margowadi, dan Bralin Dwiratna (PR Konversi dan Konservasi Energi); Lia Aprilia (PR Fotonik); Anis Kristiani dan Joni Prasetyo (PR Kimia Maju); serta Sjaikhurrizal El Muttaqien (PR Vaksin dan Obat).

Pada kesempatan tersebut, menurut Anis dari PR Kimia Maju, kolaborasi ini akan memudahkan peneliti BRIN untuk mendapatkan pendanaan riset eksternal yang lebih besar. Senada dengan hal itu, Sjaikhurrizal dari PR Vaksin dan Obat juga mengatakan dengan adanya MoU tersebut, akan memudahkan proses postdoctoral peneliti BRIN ke Jepang, khususnya Shizuoka University. (hrd,lia/ed: adl,jml)

https://brin.go.id/news/113852/brin-ajak-shizuoka-university-jepang-bangun-kolaborasi-riset